11/20/17

There is No Such Thing As 'Pelakor'

Enggak ada itu yang namanya 'pelakor', yang mana adalah singkatan dari 'perebut laki orang'. Istilah yang beken dipake sama ibu-ibu maupun gadis-gadis jaman now, terutama yang aktif berselancar di internet, untuk menyebut wanita yang mendapatkan pasangan (laki-laki) yang sebelumnya adalah pasangan (bisa pacar atau suami) wanita lain. 

Gue sendiri nggak tau kapan istilah ini lahir di kalangan warganet maupun yang bukan warganet, tapi kayaknya sih udah lama, semenjak kasus mamat dhani yang nikah sama mvlan setelah cerai dari istrinya yang udah ngasih 3 anak cakep bener, m4i4. Sori, nama-nama ini terpaksa gue sensor karena males kalo nanti ada yang search nama mereka di Google terus muncul link postingan gue ini. Nah semenjak kasus itu, warganet terutama yang cewek jadi rame-rame nge-bully si mvlan di medsosnya terutama di instagarem. Bahkan sampe ada akun khusus haters-nya dia di instagarem, yang isinya post dan berita jelek-jelek soal dia itu.

Selain mvlan, artis lain yang disebut pelakor dan juga di-bully rame-rame sama warganet di medsosnya itu ayv think think, yang dulu emang sempet digosipin deket sama rapi amat setelah dia jadi lakinya gigi bukan hadid. Bahkan sampe soal dia bikin clothing line yang foto-fotonya ngambil dari situs clothing line luar negeri pun warganet, loh, yang ngasih tau hahahaha banyak kerjaan banget, yah, warganet yang mantengin kehidupan dia. Bahkan di berita artis lain pun bukan nggak mungkin dia tetep disebut-sebut dengan prestasinya sebagai pelakor itu.

Warganet oh, warganet.

Eh tapi sekarang konon katanya nyebutnya udah bukan lagi pelakor tapi 'valakor', plesetan dari Valak, setan di film The Conjuring. Jadi si perebut laki orang itu disamain sama si Valak gitu mungkin, ya. 

Anyway,

Menurut gue, enggak ada itu yang namanya pelakor. Perebut laki orang. Nonsense.

Perebut. Berasal dari kata 'rebut' dan diberi imbuhan pe- di depan, sebagai penanda kata benda. Rebut sendiri menurut KBBI adalah:

re.but /rĂªbut/
  • v rampas, ambil dengan paksa (barang orang)
(1) Rampas, (2) Ambil dengan paksa. Apa yang dirampas dan diambil? Barang milik orang lain. Apa sih arti kata barang menurut KBBI?

ba.rang1
  1. n benda umum (segala sesuatu yang berwujud atau berjasad): -- cair; -- keras
  2. n semua perkakas rumah, perhiasan, dan sebagainya: --nya untuk membayar utang
  3. n bagasi; muatan (kereta api dan sebagainya)
  4. n muatan selain manusia atau ternak: truk yang mengangkut -- terguling di tikungan itu 
Dari definisi nomor 1 sampai 4 nggak ada satu pun yang menyebutkan bahwa barang itu bisa berarti manusia, bahkan di definisi nomor 4 jelas disebut bahwa barang bisa berarti muatan KECUALI manusia atau ternak.

Jadi apakah mungkin yang namanya laki orang, dalam hal ini pacar seseorang atau suami seseorang bisa direbut? Ya mungkin aja, kalo pacar atau suami itu barang. Kan ada tuh orang yang menikahi sex doll. Kalo itu, sih, masuk akal banget. Ketika si sex doll yang udah berstatus suami seseorang ini diambil sama cewek lain dan dinikahi, baru bener itu istilah si cewek itu merebut suami orang. Dan karena sesuatu yang direbut itu haruslah berupa barang milik orang lain, dalam hal ini kan berarti benda mati yah, bukan manusia atau hewan, berarti pada saat direbut maka si barang ini tidak mungkin melakukan perlawanan, toh? 'Kan, benda mati. Kalo manusia atau hewan, pasti masih bisa melawan atau menolak, atau memberontak, atau meronta, apapun namanya yang dilakukan seseorang atau sesehewan ketika dia tidak menerima perlakuan tertentu.

Jelas, 'kan, nggak mungkin suami atau pacar orang itu masuk kategori barang kecuali dia sex doll

Lagian, suami dan pacar orang itu enggak direbut, lah. Kalo barang direbut ya wajar, barang nggak bisa melakukan perlawanan. Lah ini suami dan pacar yang jelas-jelas manusia dan bisa melawan kok bisa direbut? Berarti mereka nggak melakukan perlawanan juga, 'kan? Dan karena manusia, maka nggak melakukan perlawanan itu berarti 'setuju' direbut sama si 'pelakor', yang artinya merekanya emang mau pindah ke cewek baru itu, dan udah nggak mau lagi sama si istri atau pacar. Berarti enggak ada perebutan di sini. Karena merebut itu adalah tindakan aktif satu pihak, sedangkan obyek yang direbut ya pasif aja, nggak melawan. Sedangkan dalam hal suami atau pacar orang berpindah ke lain cewek, artinya 'kan ada persetujuan antara cewek yang baru dengan si suami atau pacar tersebut? Kalo si suami atau pacar itu nggak setuju atau melawan, dan tetep mau bertahan dengan istri atau pacar yang sekarang, maka nggak akan ada toh yang namanya perpindahan ke lain cewek?

Jadi, 'pelakor' itu nggak ada, ya, mbak-mbak, ibu-ibu, dan seluruh warganet yang budiman. Cewek yang kegenitan ngegodain suami dan pacar orang mungkin ada aja (begitu pula cowok), tapi kalo suami dan pacar yang digoda enggak mau sama si cewek itu maka nggak akan ada tuh suami dan pacar yang 'direbut'. Lagipula, 'kan warganet ini udah pada pintar, ya, masa' sih masih harus diajarin lagi kalo yang namanya hubungan percintaan itu melibatkan dua orang?

Kalo cuma satu orang itu namanya bukan percintaan, tapi pengharapan.

Ngerti?

Kalo ngerti, stop menggunakan istilah 'pelakor' ini, yah. Dan stop mem-bully cewek-cewek seperti mvlan, ayv think think, dan sejenisnya. Bully aja lakinya, 'kan mereka yang mau selingkuh? :p