1/19/17

The Raid of My Life

'Thou shall not choose love, as thou know who plays the role'


Yes, you do not. Even when you think you've stopped, the nature seems to somehow lead you back. You do not choose whom to love. It chooses for you whom to love.

2017. 

Udah hampir 3 tahun semenjak gue berkenalan dengan fandom ini. Kalo mau dibilang sejak film pertamanya, malahan udah mau 8 tahun.

Waktu gue akhirnya jatuh cinta sama sebuah fandom, yaitu The Avengers, khususnya Loki, gue kira gue akan selamanya mengabdikan diri gue (ceileh) kepada fandom tersebut. Cukup lama kok gue mengabdi, mulai dari fan-art sampe fanfic semuanya pernah gue buat ya walau fanfic-nya cuma satu doang. Itu pun gue kebut tamatin karena gue ngebet pengen nulis fanfic buat fandom yang sekarang. Ehehe.

Namun semua berubah semenjak negara api menyerang. Maret 2014, gue nonton The Raid 2: Berandal/Retaliation. Gue nonton simply just because gue nonton film pertamanya dan gue suka, walau tahapnya nggak pernah sampe fangirling. Tapi ternyata cerita sesudah gue menonton tidak berakhir sesederhana tiap gue selesai nonton film lainnya. Gue fangirling dalam waktu yang ternyata sangat lama, sampai saat gue posting tulisan ini.

Meski gue sebelumnya pernah fangirling Avengers, bahkan sampe saat ini pun masih, tapi belum pernah gue jatuh cinta sama movie cast sebagaimana gue jatuh cinta sama cast The Raid 2, yang otomatis membawa gue untuk mencintai cast The Raid 1 juga. 

Awalnya gue cuma nge-ship Rama dan Uco, udah. Lalu berlanjut jadi bikin fan-art. Lalu ikutan 30 Day OTP Challenge, pertama kalinya gue ngegambar pasangan cowok dan cowok. Lalu berlanjut lagi dengan fanfiction pertama gue untuk kategori film ini, Salvation Sanctuary, yang bikin gue buru-buru namatin fanfic Avengers yang tadi gue sebut, karena gue udah keburu kebelet pengen nulis.

Dan sampe saat ini, detik ini, gue sudah menulis tujuh fanfiction The Raid. Dua di antaranya serial, salah satunya masih ongoing, dan sisanya one-shot, baik cerita yang berdiri sendiri maupun side story dari serial.

Am I stopping already? No.

Tahun lalu waktu gue lagi ngerjain serial yang kedua, gue mandek dan ngalamin writer's block yang cukup lama. Gue anggurin itu fanfic, sampe gue didatengin di mimpi sama Arifin Putra huahahaha soalnya demi nulis gue emang pernah dateng ke beberapa pop culture event yang ngundang cast The Raid untuk promosi film lain tapi nyatanya gue nggak pernah bener-bener nulis dengan lancar. Gue pikir ah ya sudah lah, gimana nanti aja ini cerita, lagian juga ini beda sama serial yang pertama yang emang plek-plekan konversi dari draft novel lama punya gue. Serial yang pertama nggak sesulit itu menyelesaikannya, bahkan waktu pertama kali nulis gue bisa langsung dapet 7 bab sekaligus. Serial yang ini sulit karena gue mesti mikirin pengantarnya, soalnya meski niatnya konversi draft novel juga ternyata realisasinya beda banget jadi ceritanya mesti dipikirin lagi.

Udahlah writer's block, sok-sokan pula gue ngangkat soal fanfic jadi topik tesis buat proposal yang jadi tugas UAS Teori Hukum. Hahaha. Congkak 'kali anak ni.

Tapi kemudian entah gimana, tahun 2016 kemaren pembaca-pembaca fanfic gue berhasil menemukan gue di Instagram. Berhubung fangirl The Raid itu sedikit, dan belum tentu nge-ship Uco dan Rama, belum tentu juga mereka masih suka sampe tahun 2016, maka gue kumpulin mereka semua dan gue buatlah grup chat yang gunanya buat ngebahas seputar The Raid mulai dari fakta sampai dengan fantasi liar.

The love that I thought has ended, started to burn again.

Gue mulai nulis lagi. Ngelanjutin serial, maupun bikin one-shot, baik itu side story serial maupun cerita lepas. Semoga aja tahun ini serialnya bisa tamat, soalnya...

...

...

Gue udah bikin konsep serial baru lagi.

HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA.
 
Me (tengah) with (searah jarum jam) Eka, Rama, Uco, Alicia "Hammer Girl", and Very "Baseball Bat Man" dalam outfit and design untuk fanfiction yang akan datang, Landscape of Paradox. Kalimat pembuka tulisan ini juga tagline fanfic ini.

Pada akhirnya, gue sepertinya belum akan berhenti mencintai fandom yang satu ini. Gue masih akan mengabdikan diri gue kepadanya, karena toh nyatanya gue nggak bisa mengabdi kepada fandom lain. Gue nggak kepikiran nulis fanfic untuk fandom lain.

If it was not this fandom, I'd only spend my lonely old days mourning for my loneliness.

Thank you, The Raid. Thank you Gareth Evans, for bringing such a lovely project to life with all those amazing casts. And of course, thank you, my dear shipper friends. We are going down with this ship, sometimes with the other ships, down, down, deeper, and only deeper without ever remembering to go back to earth.