Showing posts with label chocolate. Show all posts
Showing posts with label chocolate. Show all posts

7/25/13

Jodohmu, Makanan Favoritmu


Dulu pernah ada teman yang bilang begini:

'Daerah asal makanan favoritmu bisa menjadi acuan petunjuk dari daerah mana jodohmu akan berasal'.

Yeah sure, Dude, you already married him.

Tapi mungkin bisa jadi benar. Si teman ini memberi contoh yaitu kakaknya sendiri, yang sangat suka dengan Pempek Palembang dan akhirnya menikah dengan pria Palembang. Contoh berikutnya adalah si teman sendiri, yang sangat suka dengan Bakso Malang dan akhirnya menikah dengan pria Malang.

*sebentar, gue mau ngikik dulu*

Beralaskan cerita teman gue itu, gue mencoba meyakini bahwa mungkin memang jodoh gue bisa ditelusuri dari makanan favorit. Gue sempat berpacaran dengan pria Minang, dan saat itu gue menyadari bahwa gue memang sangat menggilai Nasi Padang, dan gue memiliki kekaguman tersendiri pada detil bumbu pada kuliner asal Sumatra Barat. Saat itu gue berpikir 'oh, benar juga nih' terhadap teori teman gue, mungkin saja 'kan, si pacar waktu itu memang berjodoh dengan gue.

Tapi akhirnya toh kita putus, dan sampai sekarang tidak ada tanda-tanda akan kembali baik dalam waktu dekat maupun waktu yang akan datang. 

Setelah itu gue berpacaran dengan pria Cirebon. Alright, Dude, you are so right, karena gue sejak kecil sangat suka dengan udang yang notabene populer dibudidayakan di Cirebon. Setelahnya gue baru mengetahui pula bahwa Empal Gentong yang membuat gue jatuh cinta pada jilatan pertama di acara pernikahan teman gue yang lain juga ternyata berasal dari Cirebon. Fix, jodoh gue pasti pacar gue.

Tapi nyatanya kita putus juga, dan sampai sekarang tidak ada tanda-tanda kita berjodoh. 

Lalu dari mana jodoh gue akan berasal?

Tentunya gue harus bisa menjawab dulu pertanyaan 'apa makanan favorit gue?'. Sayangnya sampai sekarang gue masih belum bisa menjawab pertanyaan ini dengan jawaban yang tegas ( T _ T )  Terlalu banyak makanan yang gue sukai. Gue suka nasi Padang, udang, telur, cokelat, sushi, pasta, pizza, sandwich, hamburger, soto, sate, gorengan, jeroan, dan masih banyak lagi makanan yang belum bisa disebutkan di sini.

( T _ T )

Sepertinya teori teman gue itu nggak bisa diterapkan untuk gue, hanya bisa untuk dia dan keluarganya. Atau mungkin bisa untuk orang yang punya hanya satu makanan favorit yang benar-benar favorit.

Ngomong-ngomong, gue suka cokelat, seperti halnya nama blog ini, chocofit, nama yang gue ambil dari karakter Sanrio, ChocoCat, kali ini dengan menggabungkan nama salah satu makanan favorit gue dengan nama panggilan gue.




Apa mungkin gue akan mendapat jodoh dari tempat di mana cokelat berasal atau diolah? Mungkin dari Belgia? Atau...dari daerah yang menganggap cokelat adalah makanan para dewa, Suku Inca? :|

2/14/13

Hari Cokelat

Menurutmu, aku harus mulai dari mana?

*ketawa*

Oh tidak. Terlalu banyak menghabiskan waktu bersama kamu dengan berbagi cerita-cerita bodoh dan menertawainya ternyata tidak sepenuhnya baik. Contohnya ya karena ini, aku jadi sulit membuat tulisan yang romantis dan puitis buatmu. Aih, tulisan seperti ini saja aku sulit membuat, bagaimana surat cinta?

AAAH~!

Aku sinting. Sebentar lagi. Oh tidak, aku sudah sinting. Aku menyerah, aku nggak sanggup membuat tulisan puitis dan romantis. Kalau ini acara uji nyali horor di TV swasta, aku angkat tangan menghadap kamera. Aku menyerah, nggak sanggup! T-T

Tapi berhubung puisi dan gambarnya sudah terlanjur dibuat, kuunggah saja ke dalam postingan ini, deh. Ngomong-ngomong, gambarnya kubuat dalam waktu kurang dari satu jam, lho. \(^o^)/ 

it's a love story, Baby, have cupcakes

Hari ini hari cokelat. Daripada hari kasih sayang, aku lebih suka menyebutnya hari cokelat. The Saint Chocolate's Day. Karena hanya 14 Februari setiap tahun yang membuat cokelat berbentuk lucu-lucu menjadi bertebaran di mana-mana, termasuk di toko buku (-_-) agak aneh memang. Dan di hari cokelat ini, karena kamu bilang nggak terlalu suka cokelat (aku heran kenapa demikian karena cokelat itu makanan surgawi), aku mengenyahkan semua rencana dan ide membeli cokelat buatmu. Lebih baik kumakan sendiri Jadi hadiahnya ini saja, ya? 

Terima kasih untuk setiap hari yang menyenangkan. Terima kasih sudah membuatku memilih untuk memulai dari awal yang baru daripada mengulang yang pernah gagal. Terima kasih untuk meyakinkan aku hingga kuambil keputusan yang tepat.

Trapped and tied in a dark clueless cave
Been sick and tired, longing for a light
Believing in proper happiness I shall have
You came when wrong blinded me of right

Closer to death, I was the one you saved
With your eyes shining at my soul so bright
To the painful past my hand doubtlessly waved
As your shadow grows bigger in my sight

You bring laughter back in my gloomy days
Unconditionally grant your heart beside mine
Casting the fear, I decided to erase the haze
In my cold winter night, you are the sunshine

I made my choice and you are the one
Without regrets I left the others behind
You are the happiness I properly found
A proof that all this time my belief is fine

Like a summer grass longing for the rain
This love is longing for yours now and ever
Hummingbird lands and picks up each grain
Your gaze picks my eyes, lock them forever 
  
(Proper Happiness - February 12th, 2013)