Showing posts with label bahasa. Show all posts
Showing posts with label bahasa. Show all posts

1/19/12

To: Ice Mountain

Hm. Jadi pagi ini sebenarnya saya ada pekerjaan Legal Opinion, tapi karena agak tidak mood, jadi saya menulis ini saja.

Semalam, sepulang dari berkaraoke dengan teman-teman, saya tidak langsung tidur. Saya duduk di sofa dan mem-browse beberapa social media. Tapi karena pergerakan social media di malam hari lambat, mengingat pada umumnya orang2 beranjak tidur sebelum jam 12 malam, sedangkan browsing saya lakukan setelah jam 12 malam, maka saya gunakan sela-sela waktu untuk menulis. 

Lalu, saya mencoba membuat puisi balasan terhadap Letter to The Sun. Kembali saya memposisikan diri saya sebagai orang yang berjuang untuk mendapatkan sesuatu, atau seseorang. Saya tidak terlalu ingat jelas isi Letter to The Sun, tapi setidaknya beberapa bagian yang saya ingat cukup membantu saya menyusun kalimat sehingga tidak melenceng jauh sebagai puisi dengan konsep 'balasan'.

 
Sayangnya, meski puisi ini mengandung beberapa kata dan frasa yang menurut saya orisinil, saya tidak terlalu menyukainya. Ada ketidakpuasan dan sesuatu yang hilang, yang sepertinya belum saya sampaikan, tapi saya tidak tahu apa itu. Jadi saya pikir ya sudahlah, saya post saja puisi itu di sini dengan judul Dear Ice Mountain.

Kamu suka? Tidak suka? 

Dear ice mountain
I am the sun
My task is to shine
Be the one you depend on

I am strong and bright
My light is valid
I sparkle through every space
Giving hope to the darkness

Even your hard winter
Can never stand on my way

I see through your icy wall
That weak heart of yours
My love shines brightest
Through that solid rock
Please, ice mountain
Trap and freeze me into you
Lock my ray inside you
Until you perfectly melt

I know you are afraid
Of being liquid and get hurt
I tell you that it's no need
'Cause you really need a start

You will turn into water
You will lose all your snow
While you'll still be beautiful
Not even less than before

No, you're not wrong at all
I definitely love you

Release all your fears
Set yourself free
If you don't know love
I will teach, just ask me
Believe me, you need me
Throw all your shields away
This time, love me
And make yourself an ocean

1/17/12

Surat Kepada Mentari

Mari kita berbahasa Indonesia.

Jadi kemarin sore di perjalanan pulang dari kantor ke rumah, saya mencoba berpuisi. Idenya sebenarnya sudah ada sejak di kantor, tapi baru saya realisasikan di dalam mobil omprengan karena saya ada pekerjaan Duplik yang terbengkalai karena saya sibuk bermain dengan theme blog di pagi dan siang hari.

Kali ini saya mencoba menulis dari sudut pandang berbeda. Bila kemarin saya berpuisi tentang meraih sesuatu atau seseorang, berusaha, bekerja keras, dan pantang menyerah demi mendapatkannya, kali ini sebaliknya. 

Saya mencoba menulis dari sudut pandang sesuatu atau seseorang yang ingin diraih, dimana sesuatu atau seseorang ini tergolong sangat sulit didapatkan. Mengapa sulit? Ternyata alasannya ada pada sesuatu atau seseorang ini sendiri, yang tidak ingin menyerahkan dirinya kepada siapapun. Namun ketika seseorang berusaha meraihnya dengan segala daya dan upaya, sesuatu atau seseorang ini tergerak. Tetapi sifat dasar dan masalah yang dihadapi sesuatu atau seseorang ini pada akhirnya membuat sesuatu atau seseorang ini tidak bisa meminta atau menyerahkan diri untuk dimiliki oleh seseorang yang berusaha demi dirinya itu.


Eh...kok nggak enak sih? Jadi muter2 gini penjelasan gue kalo pake bahasa yang baik dan benar. Shit lah...skip aja yes yang di atas. Kita langsung aja ke pokok pembahasan yaitu puisi. Judulnya sendiri adalah Letter to The Sun, atau seperti judul postingan ini, Surat Kepada Mentari. Gue pribadi kaget ternyata bisa menulis dari sudut pandang sesuatu atau seseorang yang diperjuangkan, mengingat yes gue adalah orang yang biasa berjuang. 

Jadi, kamu suka? Atau benci? Ditunggu komentarnya yes Kakak...

Dear sunshine
I am an ice mountain
I only knew cold and frozen
Until in mƐ yőυ shine on

Yőυ light мγ morning up
With a warm sincerity
Even moon reflects yőυ at night
To keep away the darkness

What makes yőυ stand still
Through the winter?

Yőυ throw away мγ loneliness
Pull mƐ out from a distance
I come to turn into water
I start to remember how it hurts
But, sunshine
Tell mƐ why this feels so right
While I'm still afraid to melt
From solid into liquid

Yőυ taught mƐ how to laugh
Introduced mƐ to the spring
Told mƐ how beautiful I am
Saw мγ weakness through мγ wall

I replied yoυя ray with snow
Treated yőυ with no gratitude
But when yőυ seem to want to go
I unconsciously mind мγ attitude

Is it just mƐ
Or do yőυ really Ľovε mƐ?

I don't want black in мγ sky
But what am I to do?
I wish yőυ stay forever
But how should I ask yőυ?
I know nothing of affection
So please don't leave mƐ alone
Teach mƐ about it forever
Until I'm gone, be an ocean 

Oh iya puisinya emang tetap berbahasa linggis, meski pengantarnya berbahasa endonesa.