1/17/12

Surat Kepada Mentari

Mari kita berbahasa Indonesia.

Jadi kemarin sore di perjalanan pulang dari kantor ke rumah, saya mencoba berpuisi. Idenya sebenarnya sudah ada sejak di kantor, tapi baru saya realisasikan di dalam mobil omprengan karena saya ada pekerjaan Duplik yang terbengkalai karena saya sibuk bermain dengan theme blog di pagi dan siang hari.

Kali ini saya mencoba menulis dari sudut pandang berbeda. Bila kemarin saya berpuisi tentang meraih sesuatu atau seseorang, berusaha, bekerja keras, dan pantang menyerah demi mendapatkannya, kali ini sebaliknya. 

Saya mencoba menulis dari sudut pandang sesuatu atau seseorang yang ingin diraih, dimana sesuatu atau seseorang ini tergolong sangat sulit didapatkan. Mengapa sulit? Ternyata alasannya ada pada sesuatu atau seseorang ini sendiri, yang tidak ingin menyerahkan dirinya kepada siapapun. Namun ketika seseorang berusaha meraihnya dengan segala daya dan upaya, sesuatu atau seseorang ini tergerak. Tetapi sifat dasar dan masalah yang dihadapi sesuatu atau seseorang ini pada akhirnya membuat sesuatu atau seseorang ini tidak bisa meminta atau menyerahkan diri untuk dimiliki oleh seseorang yang berusaha demi dirinya itu.


Eh...kok nggak enak sih? Jadi muter2 gini penjelasan gue kalo pake bahasa yang baik dan benar. Shit lah...skip aja yes yang di atas. Kita langsung aja ke pokok pembahasan yaitu puisi. Judulnya sendiri adalah Letter to The Sun, atau seperti judul postingan ini, Surat Kepada Mentari. Gue pribadi kaget ternyata bisa menulis dari sudut pandang sesuatu atau seseorang yang diperjuangkan, mengingat yes gue adalah orang yang biasa berjuang. 

Jadi, kamu suka? Atau benci? Ditunggu komentarnya yes Kakak...

Dear sunshine
I am an ice mountain
I only knew cold and frozen
Until in mƐ yőυ shine on

Yőυ light мγ morning up
With a warm sincerity
Even moon reflects yőυ at night
To keep away the darkness

What makes yőυ stand still
Through the winter?

Yőυ throw away мγ loneliness
Pull mƐ out from a distance
I come to turn into water
I start to remember how it hurts
But, sunshine
Tell mƐ why this feels so right
While I'm still afraid to melt
From solid into liquid

Yőυ taught mƐ how to laugh
Introduced mƐ to the spring
Told mƐ how beautiful I am
Saw мγ weakness through мγ wall

I replied yoυя ray with snow
Treated yőυ with no gratitude
But when yőυ seem to want to go
I unconsciously mind мγ attitude

Is it just mƐ
Or do yőυ really Ľovε mƐ?

I don't want black in мγ sky
But what am I to do?
I wish yőυ stay forever
But how should I ask yőυ?
I know nothing of affection
So please don't leave mƐ alone
Teach mƐ about it forever
Until I'm gone, be an ocean 

Oh iya puisinya emang tetap berbahasa linggis, meski pengantarnya berbahasa endonesa.

2 comments:

  1. Lovely as usuall.
    But i don't know why i fell something missing in here...

    ReplyDelete
  2. Apanya yang ilang cid? bahasa Inggris? Hahahaha...

    ReplyDelete

Feel free to drop anything! Thank you!