4/1/16

Icing Sugar ❤️

Icing sugar, dalam bahasa Indonesia adalah gula halus. Gula yang sangat manis macem ada gula yang nggak manis banget yang berwujud seperti bedak tabur dan ketika dimakan akan terasa sensasi dingin di mulut.

Yah, elo kaya gitu lah kira-kira. No, I mean, you really are.


Now here I am, lying down on my bed in a hotel room, only some rooms from yours. I don't feel well, probably from traveling without proper rest yeah including now because here I am writing or because I lack of protein from beef or chicken since Manado tend to provide only sea food. 

Tapi gue lebih suka menganggapnya karena gula darah naik akibat nginep bareng makhluk dari gula, iyaaa maksudnya elo, 4 hari 3 malam meski tujuannya buat kerja. Meski kita gak sekamar walaupun gue mengharapkannya. yakeles bakal dikasih sekamar

Oh Sugar, how can you be so sweet?

It all started back in Wednesday night when I was requested to pick you and the team up in the airport. I didn't see you when my boss and another coworker appeared, so I just showed up before them, giggling. And when I was busy chitchatting with them, I somehow turned left and saw you coming saying hello with that freakin' sugary smile that, I don't know but maybe it's just me being excited, looks sweeter than ever.

Along with those honey eyes, looking fine as always, you shut my mouth.

Gue speechless, bingung mau respon apa selain a faint 'hi'. Mungkin karena waktu itu udah jam 10:45 malem dan gue lelah banget, jadi ketemu elo itu kayak...menemukan oasis di tengah gurun pasir. Or heck I just like you that much. /blush

Hari berikutnya, kita kerja. Gue in charge bawa dokumen setebel dosa pake tas laptop, dan walau udah gue packing sedemikian rupa biar nggak berat, tetep aja berat. You, who are used to offer a help by snatching whatever I bring away, couldn't seem to do that because there were the bosses. So, uh, let's say it's just me, but I seem to catch your eyes staring at the heavy bag I brought, seolah berniat menawarkan bantuan tapi nggak enak karena ada bos.

Apparently, I was right. 

Okay, it's just me.

Tapi hari ini waktu gue minta tolong pegangin tas seberat dosa itu sebentar, elo langsung ubek-ubek tas punggung lo yang udah diisi dokumen lumayan tebel walau nggak seberat yang gue bawa, dan memasukkan tas berat itu ke dalamnya bulat-bulat.

I was speechless yet worried at the same time. Gue berusaha menyarankan gimana kalo sebagian aja yang masuk tas punggung, sebagian lagi tetep di tas laptop karena itu berat sekali. 

But you didn't listen to me.

I was worried as hell during the day, seeing your small body bringing that heavy thing on your back. Dan gue makin nggak habis pikir waktu lo fine-fine aja menyampirkan satu tali tas itu di satu bahu aja. 

Damn, Sugar, why are you so adorable?

In case you need some hand massage, I think I can give you like really. I don't mean any funny thing, I just feel responsible.

Anyway, gue inget satu hal manis yang lo lakukan di malam penjemputan yaitu lo menawarkan biskuit pesawat yang lo gak makan ke gue, which I rejected because I already had the same one, waktu liat gue. Dan lo emang salah sih udah menghilangkan charger gue, tapi cara lo dari kemaren menawarkan mau ganti dengan beli di online shop dan nyuruh gue milih, yang gue tolak karena gue lagi nggak mood dan nggak enak juga sama elo, is just sweet like you.

You are the icing sugar. Sweet, and then cold for some reason, but then I realize that it's even a part of your sweetness.

And I want you so badly to spread those icing sugar on my life, the way every baker spread it on putri salju cookies untuk melengkapi rasanya.

Kenapa elo ternyata semanis ini, sih? /blush

(p.s: ini adalah racauan di saat gue lagi meriang di kamar hotel sekitar jam 11-12 malam, nungguin bisa tidur tapi malah nggak tidur-tidur. I really was sugar rush, I guess)

2/19/16

H2O Reborn: The Beautifully Sophisticated Indonesia

Gue bukan penggemar cerita robot. Nggak pernah berminat nonton film yang karakternya penuh dengan robot, yang menurut semua orang di dunia ini keren semacam Transformers atau Pacific Rim

Tapi waktu gue baca H2O yang mana adalah cikal bakal H2O Reborn, gue jatuh cinta. Sayangnya ceritanya berhenti di tengah, yang untungnya diganti sama H2O Reborn. Kalo enggak ada penggantinya, beuh, sakitnya tuh di sini.

Nggak, ini nggak lebay. Ini beneran T-T

Oke, yang sudah lalu biarlah berlalu. Postingan ini dibuat bukan untuk mengingat yang sudah tidak ada, kok. Bukan untuk membangkitkan rasa yang dulu pernah ada. Lagian gue serius mengincar hadiah kaos dan merchandise kok, jadi gue harus memastikan postingan ini layak menang. /yha


H2O Reborn menurut gue adalah komik yang sangat indah, baik dari segi visual, plot cerita, karakter, sampai ke dialog para karakter. Gue udah deg-degan sejak baca prolog-nya, yang menurut gue film-able banget. Kalo suatu hari nanti ini komik bisa jadi anime atau movie, adegan di prolog itu wajib ada. Make sure you note this, creators. /ihik

Lalu masuk ke awal cerita yang dibuka dengan bot fight. Detil penggambaran adegan bot fight di H2O Reborn ini menurut gue sangat menarik, dan gue merasa bisa mendengar suara orang-orang di bangku penonton, bahkan suara mesin-mesin yang beradu. Bukan, ini bukan gombal. Ini beneran. Dan gue membayangkan bot fight beneran bisa terjadi di Indonesia, dilakukan oleh orang-orang Indonesia. 

Waktu gue nonton Real Steel dan Big Hero 6, mana gue kepikiran kalo bot fight bisa dilakukan oleh orang negeri ini? Pft.

Semakin masuk ke dalam cerita, semakin banyak karakter menarik dengan kisahnya masing-masing. Selagi gue penasaran sama kelanjutan nasib B-Bop dan para driver-nya, gue juga pengen tau masa lalu Dru yang bikin dia lengket banget sama Mana. Tapi yang sebetulnya paling menyentuh hati adalah perkembangan hubungan Sita dan Hans, sih, yang diceritakan dengan sangat cantik dimana anak yang skeptis sama robot "dipaksa" untuk berteman sama robot yang baru lahir.

Oh, and, satu hal menarik lainnya adalah karakter anak-anak disable yang hidup selayaknya orang biasa, bahkan punya kemampuan yang melebihi anak-anak seusia mereka. Ini sangat cantik menurut gue, seolah mengajarkan kepada kita bahwa mereka juga bisa hidup seperti orang biasa dan membaur dengan orang biasa. A very high appreciation to disable people.

Lalu cerita menjadi semakin seru dengan dimulainya bab pengkhianatan. This is all getting more sophisticated, and I just can't wait for each new chapters.

Komik ini adalah perwujudan Indonesia yang modern secara estetik. Adegan-adegan yang sebelumnya mungkin hanya bisa kita lihat di film-film dan komik-komik Amerika atau Jepang, ternyata bisa diaplikasikan ke karakter-karakter berlatarbelakang Indonesia dengan menggunakan nama-nama yang sangat khas Indonesia. Salute to the author, setelah dulu mencuri hati gue dengan NusantaRanger-nya yang dikemas cantik menggunakan aspek-aspek yang Indonesia-related, ternyata tidak berhenti di situ aja melainkan tetap konsisten melakukannya pada karya-karya lainnya, salah satunya H2O Reborn ini.

Last words, pilihlah aku jadi pemenang.

/plak      

Dan semoga komik ini bernasib baik ke depannya, karena gue semacam nggak mau lagi melihat ada komik bagus yang berhenti di tengah-tengah apalagi pas lagi seru-serunya. Sakitnya tuh di sini, di hati yang berharap ini T-T

2/5/16

The Last 20th

Iyah saya layak digampar gara-gara postingan ini. Ulang tahun udah lewat setengah tahun, malah baru sekarang bikin postingan blognya. Krik.


Tapi nggak apa lah, sebagaimana halnya traktiran, nggak pernah ada kata basi untuk posting blog. Apalagi di tahun terakhir gue sebagai anggota Club 20 (hiks) kemarin, gue sangat sangat SENANG. Bukan om-om senang ya, tapi beneran senang. 


Seperti tahun-tahun sebelumnya, ada empat foto perayaan ulang tahun gue. Pertama di Sushi Tei, sehari sebelum hari H, yang mana sepertinya sudah membudaya bahwa setiap seminggu dan/atau setelah hari ulang tahun maka harus ke Tei supaya dapet birthday sushi cake gratisan itu. Apalagi gue udah lama jadi member. Pft iya nggak ada hubungannya, cuma mau nyombong.

Yang beda pada tahun lalu adalah akhirnya gue berhasil menjajal makan-makan di Holycow pada hari ulang tahun, dan sebagai orang yang berulangtahun maka gue betulan dapet gratisan. So, hari itu gue cuma bayar makanan untuk 3 orang karena makanan gue gratis. Lumayan pake banget. Kapan lagi makan wagyu sirloin gratis. Muehehe.

Yang beda lagi adalah kejutan dari temen-temen geng Plurk. Setelah biasanya gue yang selalu sibuk merencanakan kejutan untuk masing-masing anggota geng (yang sekiranya mudah diajak ketemuan), akhirnya tiba giliran gue yang terima kejutan. Tadinya sih gue ketawa-ketawa aja pas liat temen-temen gue panik karena gue tiba-tiba muncul di tempat janjian dan jadi tau kejutan mereka, tapi yang gue nggak nyangka adalah kuenya.


It's my Loki cake. It's MINE.

OMG.

Perasaan gue campur aduk antara seneng dan kaget banget anak-anak ini pada bisa terpikir sampe ke sana, dan juga geli-geli ge-er karena gambar gue sendiri jadi kue hahahahaha. Tapi yang pasti gue berterimakasih sebesar-besarnya kepada temen-temen gue ini. It was sweet like really. In return, I wish I would always remember to celebrate your birthdays in the future.

Oh, dan KUENYA ENAK BANGET ANJAYYYY~

Sudah? Belum.

Setelah momen kue Loki yang jatuh pada hari Senin (my birthday was in Saturday, fyi), somehow anak-anak kantor jadi pada tau kalo gue ulang tahun. Gue yakin sih dari temen gue yang temenan di Path, yang kebetulan ultahnya udah seminggu sebelum gue duluan. Lalu mereka bergantian kasih selamat, dan setelah akhirnya semua tau gue ultah, gue cerita ke accounting kalo di hari sebelumnya gue dikasih surprise kue Loki itu. Gue kasih lihat fotonya dan gue cerita kalo kuenya enak, bla bla bla, seraya menjanjikan traktiran buat mereka tapi bukan di hari itu juga.

Akhirnya gue traktiran dong, hari Jumatnya. Udah gue suruh pada order, dan tinggal nunggu makanannya dateng. Akhirnya makanan dateng sore-sore sekitar jam 5an, jam-jamnya gue ibadah. Ibadah beneran, bukan ibadah makan atau otome game. Balik dari musholla, kok gue sama si temen gue yang ultah sebelum gue itu (dia kebetulan udah traktiran pas hari H) diajak-ajak duduk di tengah, mau ngobrol katanya. Gue bingung lah, dan masih mau balik ke ruangan juga. Tapi karena suasananya lagi enak, gue balik ke ruang tengah dan...tah-daaah, ternyata ada kue lagi!


Sepertinya sih terinspirasi dari cerita surprise kue Loki HAHAHAHA JADI NGGAK ENAK! Eh, jadi enak deng ufufu. Tapi kuenya buat berdua, bukan buat gue sendiri. Ya nggak masalah juga. Sayangnya cuma kenapa kue buah sih, jadi nggak bisa gue take away hahaha enggak deng, waktu itu emang nggak pengen juga bawa kue lagi soalnya masih ada sisa kue ultah yang Baymax sama Loki itu. 

Yang pasti gue senang. Senang, riang, hari yang kunantikan. It was not a bad way to celebrate my last 20th year. It was even AMAZING. Well, lately I feel like hating some people and thinking that friends are just mere people in my life, but moments like this make me realize of how lucky I am to have them.


 Well, bye bye 20th year and welcome to the first part of my 30th year!

2/2/15

Berat Jodoh, Kenapa?

Siapa yang lagi nyari jodoh? Ayo, angkat tangannya...

*angkat tangan sendiri*

Iya, gue sendiri salah satu yang lagi nyari. Tapi postingan ini bukan bertujuan mempromosikan diri gue sendiri demi menyukseskan misi tersebut, kok. Gue lagi mau ngebahas kesulitan menemukan si jodoh. Atau mungkin jodoh agak berat dan berlebihan ya, menemukan 'pasangan' aja deh. Pacar, gitu.




Gue mau memulai dengan satu cerita sederhana. Jadi sekitar 2 minggu lalu gue sidang, dan di sidang tersebut gue di pihak tergugat. Selain gue, ada beberapa tergugat lainnya yang udah hadir juga, dan lagi ngobrol2 sembari nunggu penggugat yang nggak juga muncul. Nah, salah satu tergugat ini punya kuasa hukum yang cantik banget. Cantik sih emang soal selera ya, tapi cewek ini menurut gue memenuhi segala kriteria kecantikan yang dianut oleh masyarakat, yaitu tinggi, putih, langsing, struktur muka tidak berantakan, dan pandai merias wajah. 

Cewek cantik ini duduk di sebelah gue di lobi pengadilan. Tiba-tiba dia nanya gue udah punya pacar apa belum, dan ketika gue tanya dia balik dia juga bilang belum. Kaget lah gue, cewek secantik itu single. Nah usut punya usut ternyata dia itu maunya sama pria Timur Tengah, dan maunya hanya sama sekitaran Iran, Persia, dan sejenisnya. So, Indonesia jelas out of her league. Furthermore, Saudi Arabia juga out of her league.

Kebayang lah ya, ada berapa sih pria Persia yang berkeliaran di Indonesia? Yang gue tau mah di Puncak banyaknya Arab yang hobi kawin itu. Dia itu nyarinya paling via dating online web, semacam Tinder. Ya wajar, karena memang di dunia nyata sehari-hari sekitarnya, pria yang dia cari itu hampir nggak ada. Dan ini tuh emang seleranya dia, soalnya dia bilang nggak suka sama bule karena sama-sama putih.

Di sini, gue paham kesulitan dia mendapatkan pasangan, yaitu karena kelangkaan 'outer'. Dan gue sulit menyalahkan dia karena, pertama, itu selera. Kedua, dia cantik, pintar, dan kaya raya, jadi ya sulit dibayangkan sih kalo dia mencari pria sembarangan yang rate-nya di bawah dia yang konon katanya sih malah pada minder mau PDKT.

Nah, lalu bagaimana dengan saya?

BWAHAHA.

Pertama, kecantikan gue dibandingkan cewek ini bagaikan butiran asap kendaraan. Kedua, ...

Nggak, nggak, gue bukan mau minder di sini.

Oke, kita serius. Kalo menurut pengamatan gue sih, gue sulit mendapatkan pasangan karena kelangkaan 'inner'. Kalo si cantik tadi itu sulit karena kelangkaan outer, gue karena inner.

Kenapa gue bermasalah dengan kelangkaan inner, adalah karena gue tidak ada masalah dengan outer. Selera gue nggak sesulit itu dicari, nggak perlu pria Kutub Utara yang begitu menjejakkan kaki di Jakarta langsung cari kulkas. Gue juga nggak ada masalah dengan bule barat (Eropa, Amerika, Australia, dll) meskipun warna kulit gue tidak gelap. Pribumi atau bukan, tidak masalah. 

Tapi mungkin ada sedikit masalah outer, di mana gue tidak mau dengan cowok-cowok yang menggunakan atribut agama. Ustad? Skip. Pastor? Skip. Bikshu? Skip. Oke, ini sekedar disclaimer yang sebenarnya berhubungan dengan kelangkaan inner.

Gue, berhubung ini syarat dari orang tua, mencari pria yang beragama Islam. Udah? Belum. Syarat turunannya adalah dia harus Islam KTP. Jadi, gue nggak mau sama cowok-cowok yang religius, yang dikit-dikit omongannya ngutip kitab suci. Yang dikit-dikit nyuruh gue nutup aurat. Yang bisa-bisa suatu hari nanti minta kawin lagi supaya gue dijamin surga. Pret. Gue nggak mau. SKIP.

Susah, 'kan? Mau yang beragama, tapi nggak mau yang religius. Kalaupun ada yang seperti itu, mereka tidak berserakan di lingkungan pergaulan gue, atau sudah sold out

Kemudian, gue mencari pria yang sebetulnya tidak terlalu menjadi favorit ibu-ibu, yaitu pria yang fisiknya cenderung kurus, dan kalau bisa berkacamata. TAPI eh tapi, kalo gue nemu pria macam ini lalu dia mengejar-ngejar gue dengan membabi-buta (tiap detik chat, SMS, telepon, dsj) gue bakalan ketakutan. Iya, ketakutan. Gue takut, loh, dideketin secara agresif sama cowok. Walaupun gue tau cewek-cewek lain lebih suka seperti itu ketimbang mereka harus mulai duluan. Gue juga tidak selalu suka mulai duluan, tapi beneran deh, kalo dikejar-kejar dengan intens, astaga, gue pengen pindah planet aja rasanya (._.).

Intinya, seperti apapun bentuknya, kalo cowok ini tipe ngejar-ngejar, gue nggak bisa.

Susah, 'kan?

Sedangkan konon katanya pria itu punya naluri pemburu. Lah, gue malah ketakutan pas diburu. Ya pantes aja lah susah dapet pasangan.

Belum lagi syarat-syarat lainnya. Contoh lagi, gue suka sama pria cerdas, apalagi kalo cerdas akademis (karena gue oon akademis). TAPI eh tapi gue nggak suka pria yang superior, dominan, dan cenderung membodoh-bodohi orang lain karena mereka lebih pintar. NAH. SUSAH 'KAN? Padahal 'kan kalo orang itu punya kelebihan dibanding orang lain, orang tersebut biasanya akan cenderung bersikap superior dan dominan, dan itu manusiawi. 

Tapi 

gue 

nggak 

suka. 

Nah loh.

Ya mungkin kita bisa menyederhanakan kesulitan karena kelangkaan ini dengan kalimat sakti yang ampuh, yaitu: YAH, EMANG BELUM KETEMU AJA.

Atau mungkin jodohnya cewek.


12/16/14

7 Manusia Harimau: Great Concept under Terrible Package

Boo!

Minggu lalu gue baru aja ngulang ujian Dasar I buat jadi konsultan hukum pasar modal. Iya, gue yang o'on ini nggak lulus ujian sebelumnya, alhasil kudu ngulang, bayar 300 ribu. Semoga aja aing lulus lah, lelah kalo mesti ngeluarin 300 ribu terus ._.

Sebelum ujian, gue janji ke diri sendiri bakal bayar utang-utang doodling, fan-art, fanfic, baca novel, dan bikin blog post. Tapi selesai ujian gue malah nggak nyentuh satu pun dari semua itu ._. gue malah main game, baca komik, dan nonton sinetron seperti sebelum ujian (yang gue lakukan selain belajar ogah-ogahan). Berhubung sekarang gue udah terlanjur sayang online, ya sudah setidaknya gue bayar dulu utang yang ini.

Jadi gini ceritanya. Tiap gue pulang kantor dan nyampe di rumah sebelum jam delapan, gue punya kebiasaan nonton Ini Talk Show di Net sambil makan malem, lalu setelahnya karena hawanya panas banget gue ngadem lah di kamar nyokap gue yang ber-AC. Nah di kamar nyokap itu TV-nya nggak dipasang cable, jadi mau nggak mau gue harus menelan tayangan lokal yang lagi ditonton nyokap. Gue mah udah kenyang lah disuguhin sinetron, FTV, bahkan infotainment nggak penting yang cuma merusak tatanan akal sehat gue. Sampai suatu hari gue sadari nyokap udah nggak lagi intens nonton sinetron Tukang Bubur Naik Haji yang bahkan tokoh tukang buburnya udah meninggal dan sisanya tinggal peran-peran lain yang kalo ngomong selalu teriak-teriak bikin gendang telinga hancur berkeping-keping. Yang nyokap lagi rajin tonton sekarang itu sinetron 7 Manusia Harimau.


ya anggap aja saya khilaf

Gue sempet lihat beberapa kali dan meh, astaga, itu macan CGI-nya pengen gue tabok. Belum lagi dialog-dialognya yang aneh lebay dan dangdut level Cita Citata (gue masih heran kenapa nih orang namanya Cita Citata, males mikirnya keliatan banget). Tapi nyokap bilang ternyata itu dari legenda asli daerah Sumatra dan bahkan dari film jaman dulu. Gue googling-lah, dan ternyata filmnya ditayangkan di bioskop-bioskop kesayangan anda pada tahun kelahiran gue yaitu 1986. Pantesan aja gue nggak pernah denger ada film judulnya ini, lah wong pas dia tayang gue baru muncul di dunia -_- dan kayaknya bukan film yang happening bertabur bintang-bintang karena dari sekian banyak pemainnya yang gue tau cuma Ray Sahetapy, si bos Tama di The Raid: Redemption. Lebih parah lagi, filmnya ada di YouTube tapi nggak berhasil gue tonton saking buruknya kualitas gambarnya. Sepanjang film, mau itu siang, malam, subuh, semuanya gelap -_-

Dan ternyata juga, sinetron (dan film itu) diangkat dari novel jaman dulu yang terdiri dari sepuluh seri. Aih, terdengar happening ya, macam Harry Potter aja sampe ber-seri-seri. Eh sebentar, ada donlotannya nih, download dulu ah.

Done

Lama-lama, gue jadi nontonin juga ini sinetron. Gue perhatiin, dibanding sinetron lainnya yang isinya cuma drama, zoom in zoom out, dan berantem teriak-teriak, sinetron macan ini beda. Ya iyalah beda, secara diangkat dari novel lokal yang berlatar belakang legenda dan kebudayaan lokal. Tadinya gue menganggap orang-orang di sinetron ini cara ngomongnya aneh, ternyata dialognya udah dibuat berlogat Sumatra jadinya ya wajar kalo terdengar aneh untuk telinga orang Jakarta, apalagi orang planet Bekasi kayak gue. 

Yang gue juga suka lagi adalah pertunjukan koreografi bela diri-nya. Semenjak fenomena The Raid, gue emang menikmati film lokal yang ada bela diri-nya, dan semakin menikmati ketika The Raid 2: Berandal tayang dan menginspirasi gue untuk menulis beberapa fanfic sekaligus. Semakin menikmati lagi ketika komik lokal favorit gue, NusantaRanger, juga menampilkan bela diri lokal, khususnya yang ditampilkan oleh Naya si Nusa-Yellow dan gue sudah memastikan bahwa tidak ada hubungan antara dia dengan Dijah Yellow yaitu silat harimau. Silat yang sama ditampilkan pula di film Merantau, yang merupakan dedengkotnya The Raid Saga, dan di 7 Manusia Harimau ini. 

Gue suka karena di setiap episodenya, sinetron macan (yeah that's how I call it) ini menampilkan pertunjukan bela diri. Dan bela diri-nya bukan cuma adegan berantem ngelawan preman untuk menyelamatkan cewek cakep macam di FTV, tapi juga dengan sesama teman yang jago bela diri. Gue perhatiin baik-baik, ternyata memang ada beberapa aktor yang punya latar belakang atlet bela diri, makanya begitu masuk ke scene berantem kok gerakan mereka enak dilihat, beda banget sama yang nggak punya latar belakang seperti itu. Ini sih yang juga menurut gue nggak ada di sinetron lainnya. Wait, stop saying it's different, Fit, because it indeed is different without you mention -_-

Sebelum gue masuk ke pembahasan karakter favorit, gue mau menyampaikan terlebih dahulu bahwa 7 Manusia Harimau ini adalah sinetron dengan konsep cerita yang bagus dan terstruktur (karena dari novel sih ya), namun dikemas dengan buruk, dengan segala CGI pas-pasan macam elang Ind*siar dan akting beberapa pemain yang tidak total, terutama yang nggak ngomong dengan menggunakan aksen Sumatra. Hellaw, itu sinetron lokasinya di desa terpencil Sumatra, ya masa iya penduduknya ngomong bahasa Indonesia dengan aksen normal? Dan yang juga buruk adalah kostum pemainnya, dimana mereka menggunakan baju-baju modern macam anak kota. Please, ini pembuat sinetronnya nggak pada riset dulu-kah? Okelah kalo kaos dan celana emang udah sewajarnya, tapi jaket kulit? Hellaw?

Dan, bisa nggak sih, sinetron ini nggak usah stripping supaya jadinya sempurna? -_-

Nah, kita masuk ke karakter favorit gue. Seperti biasa, gue selalu malas sama karakter heroik yang baik hati dan disukai semua orang, dan gue selalu suka karakter anti-hero dan villain. Di sinetron ini kebetulan villain-nya aneh semua, buruk, aktingnya kaku, dialognya pun tidak keren, jadi gue beralih kepada karakter anti-hero berikut ini:

Pitaloka si anak macan

Awalnya gue underestimate sama cewek ini. Ah siapa lah, protagonis standar yang naksir tokoh utama. Tapi di beberapa episode belakangan ini gue suka penampilan dia kecuali pas lagi nangis lebay. Dia nampak tegas dan punya pendirian, bahkan bisa ngomong keras ke cowok yang dia suka ketika si cowok berniat menyelamatkan dia dari bahaya. Aihhh di sinetron dan FTV mana lagi gue bisa menemukan cewek sekeren ini? Lebih lagi, dia academically cerdas dan jago bela diri. Aktris yang memerankannya menurut gue menampilkan karakter ini dengan baik, terlepas dari setting wajahnya yang sebenarnya sudah wajah antagonis. 


Rajo Langit si villain insyaf

Nah kalo yang ini awalnya gue jengah sama cara bicaranya karena beda sendiri dibanding yang lainnya. Ternyata itulah logat Sumatra, dan dia satu-satunya karakter yang ngomong pake logat itu dengan total. Gue suka karakternya yang songong tapi sebenernya baik hati, terutama pas dia ngomong ke villain-nya "sudahlah, kau mengaku kalah saja" dengan muka super belagu sebelum menyerang. Ahzek. Karakter hero di sinetron lainnya mana bisa begitu, yang bisa ngaco gitu mah cuma hero-nya Marvel macem Tony Stark atau Peter Quill. Apalagi aktor yang memerankan karakter ini aslinya punya latar belakang atlet silat. Dan satu lagi yang gue suka dari karakter ini adalah dia satu-satunya karakter yang manggil tokoh utamanya dengan sebutan 'Tuan Guru'.

Sejujurnya, alasan gue menyukai sinetron ini tidak setulus itu. Sinetron ini mengandung unsur The Raid Saga dan NusantaRanger yang sangat pekat, itulah yang membuat gue suka. Bisa jadi suatu hari nanti gue akan nge-fanfic The Raid Saga lagi tapi karakternya jadi karakter sinetron ini, misalnya Alicia 'Hammer Girl' jadi Pitaloka. Bisa aja kan ._.

Terlepas dari fakta bahwa setiap adegan dan dialog dalam sinetron satu ini bikin ketawa dan patut dikatain, gue cukup merasa ini sinetron ini menandai kebangkitan sinetron lokal yang sudah terpuruk sejak 100 tahun sebelum Masehi. Tapi gue akan menarik kata-kata gue ini ketika ternyata sinetron ini dipanjang-panjangin nggak tau arah di saat seharusnya sudah bisa tamat.

Let's see.