12/23/16

Bukan Arifin Putra

Kuhampiri engkau meski kau jauh
Sendiri ku tempuh
Hanya 'tuk bertemu denganmu
.
Kau tak pernah tahu
Betapa hati yakin untukmu

(Intuisi - Yura)

How can there be a song which lyrics represent my own condition this perfectly? Did Yura read my Plurk timeline or what?

LOL.

Di postingan gue yang ini, gue pernah nulis soal gue naksir cowok gara-gara The Raid.  Dia suka karakter Uco-nya Arifin Putra, sebagaimana halnya gue yang sampe saat ini masih belum bisa memikirkan ide fanfiction selain The Raid khususnya kisah Uco. Dan dia waktu itu doodling gambar Uco yang menurut gue wow banget, secara biasanya cowok-cowok yang nonton The Raid kalo nggak cuma peduli sama action-nya ya fokusnya memuja Rama, si Iko Uwais cinta sejatinya Uco yang emang master silat.

Sepertinya waktu nulis postingan yang lama itu gue lupa sebut kalo di salah satu thread Plurk ada temennya yang komen ke dia kalo dia itu pas banget suka sama Uco, karena dia sendiri juga mirip Arifin Putra.

W.O.W banget nggak sih.

Terlepas dari ini orang beneran mirip Fin apa enggak, kayaknya waktu itu gue langsung nge-add dia jadi temen. Apa waktu itu gue sempet cek dulu ya? Duh, lupa juga gue.

Intinya, sih, pasti ada pengecekan lah. Dia itu, 'kan, kebanyakan temen-temennya temenan sama gue di Plurk dan Facebook. Jadi channel gue buat nge-stalk dia juga lumayan banyak, dan terbuka lebar hahahaha. Pas akhirnya gue nemu fotonya, hmmm...

Yaaa...

Nggak mirip Fin, sih. Ada garis muka yang sekilas punya kesamaan, tapi sekilas doang, cuma ya intinya oke sih menurut gue ahahahahaha yaaa selera gue, lah. 

Oke, cukup bahas fisiknya. Karena meskipun awalnya gue nge-add dia jadi temen dan jadi lumayan akrab karena kemudian kita temenan di Path, ketemuan, add LINE karena dia mau kerja di luar jadi nomer Indonesianya yang gue simpen udah nggak berguna, dan ketemuan cuma berdua yang gue ceritain di postingan sebelumnya itu gara-gara kata temennya dia mirip Fin, akhirnya yang bikin gue beneran jadi demen sepenuhnya adalah kepribadiannya.

Ya, kepribadian bagus ditambah fisik, otak, dan pekerjaan bagus, lah. Wkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwk.

I never met someone whom I can't get my conversations off of before. I never talked to my crush, or even my boyfriend, so excitingly that I was so hard to leave the table just to place a food order first or even to check my phone. And, I think it was not just me. If it was me, I would be tired after the date meeting because my energy was drained just to please him with my one-sided conversation. But it was far from such condition, since he also talked sooo much that I can't contain, about everything I knew until what I never knew.

I think, I want him for the rest of my life.

Or, if it was impossible, it must be someone like him.

Gue rasa nggak aneh kalo gue menginginkan sisa hidup gue ditemani oleh orang yang bisa ngobrol sama gue 25/8. Not anymore 24/7. Hubungan jarak dekat maupun jarak jauh berani gue tempuh kalo pasangan gue adalah orang seperti dia. Kalo di hubungan jarak dekat aja kita bisa ngobrol nggak selesai-selesai, bayangin kalo kita ketemuan pas hubungan jarak jauh. I can even imagine the thrill.

Meskipun perasaan gue ke dia emang nggak romantis.

I mean, like, I don't write cheesy poems, or some sweet words on social media status. I did, a few times, but they were all less romantic that what I did when I fell in love emotionally before. My heart did not even beat fast until I must hold my breath or even felt hard to speak. Not at all.

But, I love the colors he paints on me. I love how his cheerfulness being so contagious to me.
 
Bulan lalu, gue akhirnya memutuskan untuk pergi liburan ke kota di mana dia tinggal dan bekerja. Ini sebetulnya rencana tahun lalu, cuma tahun lalu gue batalin karena satu dan lain hal. Salah satunya karena dia punya gebetan kayaknya. Wkwkwk. Iya, gue baper.

Gue nggak lama ketemu dia, dan nggak sendiri pun karena emang gue perginya bertiga dari sini. Tapi dari gue cuma dapet kesempatan ngobrol sama dia di tengah-tengah dia juga mesti ngobrol sama temen-temen gue, gue merasa nggak ada yang berubah. He is still the same colorful person I met two years ago. He is still someone whose conversation I want to have forever with. He is still the one that I want.

And, he smelled like my husband.

Wait, no, I mean he used nice perfume.

Hahahahaha. No kidding. Waktu kita semua lagi jalan mau ke stasiun, dia bilang ke gue coba kalo gue dan temen-temen gue, tapi anggep aja gue doang nginepnya di sekitaran tempat kita ketemuan itu, seharusnya kita bisa ketemuan lebih lama dan nggak perlu buru-buru ngejar kereta. Dan dari obrolan begitu aja, topik kita bisa melebar ke sampe jam berapa kota masih aktif dan siapa aja yang bakal dipandang wajar dan aneh kalo masih berkeliaran tengah malem.

I wish I could change my ticket home.

Aaand, it was done there. 

Oh, ya, ada satu hal yang bikin gue sebel banget pas sebelum ketemuan sama dia. Jadi, gue tuh hari itu yakin banget gue udah masukin EDT vanilla gue ke pouch Zootopia yang fan-merch, bukan official wkwk tempat gue naro charger dan power bank. Tapi pas gue di toilet mall tempat ketemuan, somehow itu EDT hilang aja gitu. Nggak ada di pouch dan di tas padahal udah gue ubek-ubek. Akhirnya gue ketemuan sama dia tanpa parfuman dong, padahal badan udah bau tujuh rupa kali soalnya gue berangkatnya udah dari pagi. 

Gue kira itu EDT hilang, eh pas besok paginya packing gue cek lagi di pouch...ternyata ADA.

Bodo amat.

p..s: my friend tried to tease my when looking at a photo I took with him, like it was unusual that I smile in a photo. I know it was just a tease, but maybe, maybe he really brought up my positive energy. Not a new thing to know, though. LOL. 

10/21/16

Back To School

So, I am back to campus.

*throw confetti*



Nah, it's not a totally good thing. Kuliahnya sih lumayan menyenangkan kalo dapet dosen yang enak dan nggak sok pinter (eyakali dosen UI sok pinter, bukannya emang pinter ya wkwk), yang ngajarnya pake contoh-contoh kasus yang bikin mata gue lebih kebuka sama materinya.

Tapi yang gue males adalah ngerjain tugasnya.

Demi apa lah, gue males banget. Entah udah berapa kali gue ngerjain tugas di last minute sebelum berangkat ke kampus nyiahahahahahahaha~

Bisa nggak, sih, gue langsung magister nggak pake ada tugas dan ujian? Kan biaya kuliah gue aja udah lebih mahal daripada kelas pagi dan es satu.

Wkwkwkwkwkwkwkwkwk.

Btw, gue kuliah di jurusan yang sama kayak es satu. Ya abis, gue nggak bisa yang lain. Mau masuk ekonomi, ngitung kembalian omprengan aja salah. Mau masuk psikologi, bukunya bahasa Inggris semua sedangkan gue baca novel bahasa Inggris aja ogah. Mau masuk jurusan science jelas mustahil. Mau...nggak ada lagi sih yang gue mau, kecuali kuliah hukum lagi. Wkwk. Tapi karena gue males banget sama pasar modal dan perbankan, gue ambil peminatan yang geser-geser dikit lah: hukum kekayaan intelektual.

Nah jadi, sekarang gue udah 0,00000000000000000000000000001% lebih paham tentang merek dan hak cipta dibanding sebelumnya. Jangan banyak-banyak pahamnya, soalnya gue males ngerjain tugas dan baca buku wkwk padahal targetnya kepengen cum laude. Fit, pls.

Well, anyway, since I (and all post-graduate students) basically have two years to finish everything, I think from now I must already prepare my thesis topic. What am I going to talk and present about?

Tadinya gue kepengen mendalami sengketa Apple vs Samsung yang berantem nggak kelar-kelar tapi saling bikin aplikasi yang berhubungan. Love-hate relationship at some point. Tapi karena kayaknya pembahasan paten itu ribet, banyak formula dan teknisnya pun, mungkin gue mesti berpikir jernih lagi untuk membahas itu. But maybe, I will still pick that topic once I got a little bit smarter about that patent thingy. 

Terus, setelah kemaren kupas tuntas tentang adaptasi, inspirasi, dan lain-lain di kuliah hak cipta, gue terus-terusan mempertanyakan tentang posisi fan-art dan fanfiction. Well, sebagai orang yang pernah (dan sedang) membuat keduanya, gue pengen tau aja sebenernya itu termasuk ke derivative work atau inspirasi. Harusnya sih inspirasi, cuma kepengen gue tanya eh lah dalaaah minggu ini hak cipta dan paten nggak ada kuliah. Huft.

Ada sih grup chat yang ada dosen ybs, tapi karena katanya itu grup untuk sesama mahasiswa dan dosen ybs di situ sebagai mahasiswa es tiga, jadi gue sungkan lah buat nanya di sana. Terpaksa nunggu selasa deh ( ._.)

Intinya, apakah mungkin...

Seorang biasa menjadi pacar seorang superstar?

Bukan deng. Apakah mungkin gue akan mengangkat fan-art dan fanfiction sebagai topik tesis, yang berarti gue akan membahas tentang hak cipta?

Who knows.  

For now, I'll just make the fan-art and fanfiction rather than working on the thesis topic wkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwk~

4/1/16

Icing Sugar ❤️

Icing sugar, dalam bahasa Indonesia adalah gula halus. Gula yang sangat manis macem ada gula yang nggak manis banget yang berwujud seperti bedak tabur dan ketika dimakan akan terasa sensasi dingin di mulut.

Yah, elo kaya gitu lah kira-kira. No, I mean, you really are.


Now here I am, lying down on my bed in a hotel room, only some rooms from yours. I don't feel well, probably from traveling without proper rest yeah including now because here I am writing or because I lack of protein from beef or chicken since Manado tend to provide only sea food. 

Tapi gue lebih suka menganggapnya karena gula darah naik akibat nginep bareng makhluk dari gula, iyaaa maksudnya elo, 4 hari 3 malam meski tujuannya buat kerja. Meski kita gak sekamar walaupun gue mengharapkannya. yakeles bakal dikasih sekamar

Oh Sugar, how can you be so sweet?

It all started back in Wednesday night when I was requested to pick you and the team up in the airport. I didn't see you when my boss and another coworker appeared, so I just showed up before them, giggling. And when I was busy chitchatting with them, I somehow turned left and saw you coming saying hello with that freakin' sugary smile that, I don't know but maybe it's just me being excited, looks sweeter than ever.

Along with those honey eyes, looking fine as always, you shut my mouth.

Gue speechless, bingung mau respon apa selain a faint 'hi'. Mungkin karena waktu itu udah jam 10:45 malem dan gue lelah banget, jadi ketemu elo itu kayak...menemukan oasis di tengah gurun pasir. Or heck I just like you that much. /blush

Hari berikutnya, kita kerja. Gue in charge bawa dokumen setebel dosa pake tas laptop, dan walau udah gue packing sedemikian rupa biar nggak berat, tetep aja berat. You, who are used to offer a help by snatching whatever I bring away, couldn't seem to do that because there were the bosses. So, uh, let's say it's just me, but I seem to catch your eyes staring at the heavy bag I brought, seolah berniat menawarkan bantuan tapi nggak enak karena ada bos.

Apparently, I was right. 

Okay, it's just me.

Tapi hari ini waktu gue minta tolong pegangin tas seberat dosa itu sebentar, elo langsung ubek-ubek tas punggung lo yang udah diisi dokumen lumayan tebel walau nggak seberat yang gue bawa, dan memasukkan tas berat itu ke dalamnya bulat-bulat.

I was speechless yet worried at the same time. Gue berusaha menyarankan gimana kalo sebagian aja yang masuk tas punggung, sebagian lagi tetep di tas laptop karena itu berat sekali. 

But you didn't listen to me.

I was worried as hell during the day, seeing your small body bringing that heavy thing on your back. Dan gue makin nggak habis pikir waktu lo fine-fine aja menyampirkan satu tali tas itu di satu bahu aja. 

Damn, Sugar, why are you so adorable?

In case you need some hand massage, I think I can give you like really. I don't mean any funny thing, I just feel responsible.

Anyway, gue inget satu hal manis yang lo lakukan di malam penjemputan yaitu lo menawarkan biskuit pesawat yang lo gak makan ke gue, which I rejected because I already had the same one, waktu liat gue. Dan lo emang salah sih udah menghilangkan charger gue, tapi cara lo dari kemaren menawarkan mau ganti dengan beli di online shop dan nyuruh gue milih, yang gue tolak karena gue lagi nggak mood dan nggak enak juga sama elo, is just sweet like you.

You are the icing sugar. Sweet, and then cold for some reason, but then I realize that it's even a part of your sweetness.

And I want you so badly to spread those icing sugar on my life, the way every baker spread it on putri salju cookies untuk melengkapi rasanya.

Kenapa elo ternyata semanis ini, sih? /blush

(p.s: ini adalah racauan di saat gue lagi meriang di kamar hotel sekitar jam 11-12 malam, nungguin bisa tidur tapi malah nggak tidur-tidur. I really was sugar rush, I guess)

2/19/16

H2O Reborn: The Beautifully Sophisticated Indonesia

Gue bukan penggemar cerita robot. Nggak pernah berminat nonton film yang karakternya penuh dengan robot, yang menurut semua orang di dunia ini keren semacam Transformers atau Pacific Rim

Tapi waktu gue baca H2O yang mana adalah cikal bakal H2O Reborn, gue jatuh cinta. Sayangnya ceritanya berhenti di tengah, yang untungnya diganti sama H2O Reborn. Kalo enggak ada penggantinya, beuh, sakitnya tuh di sini.

Nggak, ini nggak lebay. Ini beneran T-T

Oke, yang sudah lalu biarlah berlalu. Postingan ini dibuat bukan untuk mengingat yang sudah tidak ada, kok. Bukan untuk membangkitkan rasa yang dulu pernah ada. Lagian gue serius mengincar hadiah kaos dan merchandise kok, jadi gue harus memastikan postingan ini layak menang. /yha


H2O Reborn menurut gue adalah komik yang sangat indah, baik dari segi visual, plot cerita, karakter, sampai ke dialog para karakter. Gue udah deg-degan sejak baca prolog-nya, yang menurut gue film-able banget. Kalo suatu hari nanti ini komik bisa jadi anime atau movie, adegan di prolog itu wajib ada. Make sure you note this, creators. /ihik

Lalu masuk ke awal cerita yang dibuka dengan bot fight. Detil penggambaran adegan bot fight di H2O Reborn ini menurut gue sangat menarik, dan gue merasa bisa mendengar suara orang-orang di bangku penonton, bahkan suara mesin-mesin yang beradu. Bukan, ini bukan gombal. Ini beneran. Dan gue membayangkan bot fight beneran bisa terjadi di Indonesia, dilakukan oleh orang-orang Indonesia. 

Waktu gue nonton Real Steel dan Big Hero 6, mana gue kepikiran kalo bot fight bisa dilakukan oleh orang negeri ini? Pft.

Semakin masuk ke dalam cerita, semakin banyak karakter menarik dengan kisahnya masing-masing. Selagi gue penasaran sama kelanjutan nasib B-Bop dan para driver-nya, gue juga pengen tau masa lalu Dru yang bikin dia lengket banget sama Mana. Tapi yang sebetulnya paling menyentuh hati adalah perkembangan hubungan Sita dan Hans, sih, yang diceritakan dengan sangat cantik dimana anak yang skeptis sama robot "dipaksa" untuk berteman sama robot yang baru lahir.

Oh, and, satu hal menarik lainnya adalah karakter anak-anak disable yang hidup selayaknya orang biasa, bahkan punya kemampuan yang melebihi anak-anak seusia mereka. Ini sangat cantik menurut gue, seolah mengajarkan kepada kita bahwa mereka juga bisa hidup seperti orang biasa dan membaur dengan orang biasa. A very high appreciation to disable people.

Lalu cerita menjadi semakin seru dengan dimulainya bab pengkhianatan. This is all getting more sophisticated, and I just can't wait for each new chapters.

Komik ini adalah perwujudan Indonesia yang modern secara estetik. Adegan-adegan yang sebelumnya mungkin hanya bisa kita lihat di film-film dan komik-komik Amerika atau Jepang, ternyata bisa diaplikasikan ke karakter-karakter berlatarbelakang Indonesia dengan menggunakan nama-nama yang sangat khas Indonesia. Salute to the author, setelah dulu mencuri hati gue dengan NusantaRanger-nya yang dikemas cantik menggunakan aspek-aspek yang Indonesia-related, ternyata tidak berhenti di situ aja melainkan tetap konsisten melakukannya pada karya-karya lainnya, salah satunya H2O Reborn ini.

Last words, pilihlah aku jadi pemenang.

/plak      

Dan semoga komik ini bernasib baik ke depannya, karena gue semacam nggak mau lagi melihat ada komik bagus yang berhenti di tengah-tengah apalagi pas lagi seru-serunya. Sakitnya tuh di sini, di hati yang berharap ini T-T

2/5/16

The Last 20th

Iyah saya layak digampar gara-gara postingan ini. Ulang tahun udah lewat setengah tahun, malah baru sekarang bikin postingan blognya. Krik.


Tapi nggak apa lah, sebagaimana halnya traktiran, nggak pernah ada kata basi untuk posting blog. Apalagi di tahun terakhir gue sebagai anggota Club 20 (hiks) kemarin, gue sangat sangat SENANG. Bukan om-om senang ya, tapi beneran senang. 


Seperti tahun-tahun sebelumnya, ada empat foto perayaan ulang tahun gue. Pertama di Sushi Tei, sehari sebelum hari H, yang mana sepertinya sudah membudaya bahwa setiap seminggu dan/atau setelah hari ulang tahun maka harus ke Tei supaya dapet birthday sushi cake gratisan itu. Apalagi gue udah lama jadi member. Pft iya nggak ada hubungannya, cuma mau nyombong.

Yang beda pada tahun lalu adalah akhirnya gue berhasil menjajal makan-makan di Holycow pada hari ulang tahun, dan sebagai orang yang berulangtahun maka gue betulan dapet gratisan. So, hari itu gue cuma bayar makanan untuk 3 orang karena makanan gue gratis. Lumayan pake banget. Kapan lagi makan wagyu sirloin gratis. Muehehe.

Yang beda lagi adalah kejutan dari temen-temen geng Plurk. Setelah biasanya gue yang selalu sibuk merencanakan kejutan untuk masing-masing anggota geng (yang sekiranya mudah diajak ketemuan), akhirnya tiba giliran gue yang terima kejutan. Tadinya sih gue ketawa-ketawa aja pas liat temen-temen gue panik karena gue tiba-tiba muncul di tempat janjian dan jadi tau kejutan mereka, tapi yang gue nggak nyangka adalah kuenya.


It's my Loki cake. It's MINE.

OMG.

Perasaan gue campur aduk antara seneng dan kaget banget anak-anak ini pada bisa terpikir sampe ke sana, dan juga geli-geli ge-er karena gambar gue sendiri jadi kue hahahahaha. Tapi yang pasti gue berterimakasih sebesar-besarnya kepada temen-temen gue ini. It was sweet like really. In return, I wish I would always remember to celebrate your birthdays in the future.

Oh, dan KUENYA ENAK BANGET ANJAYYYY~

Sudah? Belum.

Setelah momen kue Loki yang jatuh pada hari Senin (my birthday was in Saturday, fyi), somehow anak-anak kantor jadi pada tau kalo gue ulang tahun. Gue yakin sih dari temen gue yang temenan di Path, yang kebetulan ultahnya udah seminggu sebelum gue duluan. Lalu mereka bergantian kasih selamat, dan setelah akhirnya semua tau gue ultah, gue cerita ke accounting kalo di hari sebelumnya gue dikasih surprise kue Loki itu. Gue kasih lihat fotonya dan gue cerita kalo kuenya enak, bla bla bla, seraya menjanjikan traktiran buat mereka tapi bukan di hari itu juga.

Akhirnya gue traktiran dong, hari Jumatnya. Udah gue suruh pada order, dan tinggal nunggu makanannya dateng. Akhirnya makanan dateng sore-sore sekitar jam 5an, jam-jamnya gue ibadah. Ibadah beneran, bukan ibadah makan atau otome game. Balik dari musholla, kok gue sama si temen gue yang ultah sebelum gue itu (dia kebetulan udah traktiran pas hari H) diajak-ajak duduk di tengah, mau ngobrol katanya. Gue bingung lah, dan masih mau balik ke ruangan juga. Tapi karena suasananya lagi enak, gue balik ke ruang tengah dan...tah-daaah, ternyata ada kue lagi!


Sepertinya sih terinspirasi dari cerita surprise kue Loki HAHAHAHA JADI NGGAK ENAK! Eh, jadi enak deng ufufu. Tapi kuenya buat berdua, bukan buat gue sendiri. Ya nggak masalah juga. Sayangnya cuma kenapa kue buah sih, jadi nggak bisa gue take away hahaha enggak deng, waktu itu emang nggak pengen juga bawa kue lagi soalnya masih ada sisa kue ultah yang Baymax sama Loki itu. 

Yang pasti gue senang. Senang, riang, hari yang kunantikan. It was not a bad way to celebrate my last 20th year. It was even AMAZING. Well, lately I feel like hating some people and thinking that friends are just mere people in my life, but moments like this make me realize of how lucky I am to have them.


 Well, bye bye 20th year and welcome to the first part of my 30th year!