Kuhampiri engkau meski kau jauh
Sendiri ku tempuh
Hanya 'tuk bertemu denganmu
.
Kau tak pernah tahu
Betapa hati yakin untukmu
(Intuisi - Yura)
How can there be a song which lyrics represent my own condition this perfectly? Did Yura read my Plurk timeline or what?
LOL.
Di postingan gue yang ini, gue pernah nulis soal gue naksir cowok gara-gara The Raid. Dia suka karakter Uco-nya Arifin Putra, sebagaimana halnya gue yang sampe saat ini masih belum bisa memikirkan ide fanfiction selain The Raid khususnya kisah Uco. Dan dia waktu itu doodling gambar Uco yang menurut gue wow banget, secara biasanya cowok-cowok yang nonton The Raid kalo nggak cuma peduli sama action-nya ya fokusnya memuja Rama, si Iko Uwais cinta sejatinya Uco yang emang master silat.
Sepertinya waktu nulis postingan yang lama itu gue lupa sebut kalo di salah satu thread Plurk ada temennya yang komen ke dia kalo dia itu pas banget suka sama Uco, karena dia sendiri juga mirip Arifin Putra.
W.O.W banget nggak sih.
Terlepas dari ini orang beneran mirip Fin apa enggak, kayaknya waktu itu gue langsung nge-add dia jadi temen. Apa waktu itu gue sempet cek dulu ya? Duh, lupa juga gue.
Intinya, sih, pasti ada pengecekan lah. Dia itu, 'kan, kebanyakan temen-temennya temenan sama gue di Plurk dan Facebook. Jadi channel gue buat nge-stalk dia juga lumayan banyak, dan terbuka lebar hahahaha. Pas akhirnya gue nemu fotonya, hmmm...
Yaaa...
Nggak mirip Fin, sih. Ada garis muka yang sekilas punya kesamaan, tapi sekilas doang, cuma ya intinya oke sih menurut gue ahahahahaha yaaa selera gue, lah.
Oke, cukup bahas fisiknya. Karena meskipun awalnya gue nge-add dia jadi temen dan jadi lumayan akrab karena kemudian kita temenan di Path, ketemuan, add LINE karena dia mau kerja di luar jadi nomer Indonesianya yang gue simpen udah nggak berguna, dan ketemuan cuma berdua yang gue ceritain di postingan sebelumnya itu gara-gara kata temennya dia mirip Fin, akhirnya yang bikin gue beneran jadi demen sepenuhnya adalah kepribadiannya.
Ya, kepribadian bagus ditambah fisik, otak, dan pekerjaan bagus, lah. Wkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwk.
I never met someone whom I can't get my conversations off of before. I never talked to my crush, or even my boyfriend, so excitingly that I was so hard to leave the table just to place a food order first or even to check my phone. And, I think it was not just me. If it was me, I would be tired after the date meeting because my energy was drained just to please him with my one-sided conversation. But it was far from such condition, since he also talked sooo much that I can't contain, about everything I knew until what I never knew.
I think, I want him for the rest of my life.
Or, if it was impossible, it must be someone like him.
Gue rasa nggak aneh kalo gue menginginkan sisa hidup gue ditemani oleh orang yang bisa ngobrol sama gue 25/8. Not anymore 24/7. Hubungan jarak dekat maupun jarak jauh berani gue tempuh kalo pasangan gue adalah orang seperti dia. Kalo di hubungan jarak dekat aja kita bisa ngobrol nggak selesai-selesai, bayangin kalo kita ketemuan pas hubungan jarak jauh. I can even imagine the thrill.
Meskipun perasaan gue ke dia emang nggak romantis.
I mean, like, I don't write cheesy poems, or some sweet words on social media status. I did, a few times, but they were all less romantic that what I did when I fell in love emotionally before. My heart did not even beat fast until I must hold my breath or even felt hard to speak. Not at all.
But, I love the colors he paints on me. I love how his cheerfulness being so contagious to me.
Bulan lalu, gue akhirnya memutuskan untuk pergi liburan ke kota di mana dia tinggal dan bekerja. Ini sebetulnya rencana tahun lalu, cuma tahun lalu gue batalin karena satu dan lain hal. Salah satunya karena dia punya gebetan kayaknya. Wkwkwk. Iya, gue baper.
Gue nggak lama ketemu dia, dan nggak sendiri pun karena emang gue perginya bertiga dari sini. Tapi dari gue cuma dapet kesempatan ngobrol sama dia di tengah-tengah dia juga mesti ngobrol sama temen-temen gue, gue merasa nggak ada yang berubah. He is still the same colorful person I met two years ago. He is still someone whose conversation I want to have forever with. He is still the one that I want.
And, he smelled like my husband.
Wait, no, I mean he used nice perfume.
Hahahahaha. No kidding. Waktu kita semua lagi jalan mau ke stasiun, dia bilang ke gue coba kalo gue dan temen-temen gue, tapi anggep aja gue doang nginepnya di sekitaran tempat kita ketemuan itu, seharusnya kita bisa ketemuan lebih lama dan nggak perlu buru-buru ngejar kereta. Dan dari obrolan begitu aja, topik kita bisa melebar ke sampe jam berapa kota masih aktif dan siapa aja yang bakal dipandang wajar dan aneh kalo masih berkeliaran tengah malem.
I wish I could change my ticket home.
Aaand, it was done there.
Oh, ya, ada satu hal yang bikin gue sebel banget pas sebelum ketemuan sama dia. Jadi, gue tuh hari itu yakin banget gue udah masukin EDT vanilla gue ke pouch Zootopia yang fan-merch, bukan official wkwk tempat gue naro charger dan power bank. Tapi pas gue di toilet mall tempat ketemuan, somehow itu EDT hilang aja gitu. Nggak ada di pouch dan di tas padahal udah gue ubek-ubek. Akhirnya gue ketemuan sama dia tanpa parfuman dong, padahal badan udah bau tujuh rupa kali soalnya gue berangkatnya udah dari pagi.
Gue kira itu EDT hilang, eh pas besok paginya packing gue cek lagi di pouch...ternyata ADA.
Bodo amat.
p..s: my friend tried to tease my when looking at a photo I took with him, like it was unusual that I smile in a photo. I know it was just a tease, but maybe, maybe he really brought up my positive energy. Not a new thing to know, though. LOL.
Why do birds suddenly appear................. #dibanting
ReplyDeleteWkwkwk begitulah.
ReplyDelete