Sukakah kamu memberi hadiah pada orang yang kamu sukai? Pada cowok/cewek yang ingin kamu pacari/nikahi/sejenisnya?
Wajar kalau suka. Aku juga suka. Aku filantropis, semacam Santa Claus untuk cowok yang aku suka. Kado ulang tahun, ucapan terima kasih, atau hadiah-hadiah kecil seperti makanan dan minuman ringan bisa kuberikan dengan mudah. Uang bukan masalah, karena biasanya aku punya anggaran sendiri untuk hal ini. Ups, tapi mungkin untuk sekarang ada yang harus kurevisi dari pernyataan barusan.
Aku Santa Claus hanya untuk cowok yang aku pacari. Dan nantinya untuk suamiku kalau aku sudah menikah.
Aku punya istilah lain untuk 'memberi hadiah pada kekasih/calon kekasih' yaitu investasi. Ya, aku berinvestasi. Kamu berinvestasi. Untuk apa? Untuk menjaga stabilitas dan meningkatkan kualitas hubungan. Memastikan bahwa dia akan tetap mencintai kita. Tentu investasi hanya salah satu cara untuk itu, dan bukan yang utama. Tapi investasi adalah cara yang paling konkrit di antara semuanya, yang menurutku nggak semua orang bersedia melakukannya.
Tapi hati-hati. Menurutku jangan pernah melakukan investasi pada cowok/cewek manapun yang belum menjadi kekasihmu, yang belum membuat komitmen denganmu. Serius, itu merugikan karena kondisinya masih belum pasti. Dengan kata lain: gambling. Bagus kalau akhirnya kalian pacaran/menikah dengan orang itu, kalau sebaliknya? Hih. Rugi. Aku bicara seperti ini bukannya ingin menghakimi atau menakuti siapapun, tapi karena aku pernah berkali-kali jatuh ke dalam lubang kegagalan investasi seperti ini.
Salah satu investasi terbesar yang pernah kulakukan adalah di tahun kedua kuliah. Aku suka pada mahasiswa dari universitas lain, dan semacam tergila-gila padanya. Wajar, dia baik hati, ganteng, pintar, kurus, tinggi, berkacamata, dan mengambil jurusan sains. Tipe idamanku. Pernah pada hari ulang tahunnya yang ke-21 aku memberinya 21 kado. Bukan kado mahal tentunya, karena aku masih mahasiswa. Hanya makanan2 kecil seperti 1 buah permen untuk dia yang berumur 1 tahun, 2 buah permen untuk dia berumur 2 tahun, dan seterusnya sampai kaset berisi rekaman lagu2 bertema cinta dan persahabatan untuk dia yang berumur 21 tahun. Nggak mahal, kalau nggak salah total semua kado itu termasuk pembungkusnya bahkan nggak sampai 50 ribu. Tapi kupikir itu investasi yang besar dan inovatif. Apalagi akhirnya dia nggak jadi pacarku dan aku menyukainya sampai 5 tahun lamanya. Aih. Such a waste of time.
Aku juga pernah berinvestasi lagi sewaktu aku bekerja di kantor ketigaku. Waktu itu ada associate baru yang aku suka, dan dia baik karena selalu mengantarku pulang (karena memang rumah kita searah), jadi di hari ulang tahunnya aku membelikannya kue ulang tahun yang cukup mahal sebagai kejutan. Lalu apakah dia jadi pacarku? Tentu tidak. Aku pernah sangat membencinya karena satu dan lain hal, tapi akhirnya kita berteman kembali.
Komik di atas menyentuh hati orang-orang, khususnya teman-temanku. Tapi tidak denganku. Aku mendengus dan mencibir ketika selesai membacanya. Siapa suruh investasi pada orang yang belum pasti? Mengorbankan diri sendiri pula. Ih, aku sih nggak mau. Sama seperti putri duyung yang berkorban suara demi menjadi manusia dan mengejar pangeran, dan akhirnya si pangeran malah menikah dengan putri lain. Lalu si putri duyung malah berakhir menjadi buih. Ih. OGAH.
Aku tidak hobi mengatur orang, karena aku benci mendengar mereka mengatakan 'suka-suka aku dong' ketika kuatur. Terserah saja. Tapi kalau harus memilih, aku memilih untuk melarang kalian berinvestasi pada orang yang belum membuat komitmen dengan kalian. Orang yang belum tentu punya perasaan yang sama dengan kalian. Karena menurutku, selain kalian rugi, mereka juga keenakan. Ih, enak saja terima ini terima itu tanpa membalas perasaan kita. Nggak ada yang gratis di dunia ini kecuali oksigen. Itupun yang sudah tercemar, kalau mau yang bersih ya harus beli.
Meskipun begitu harus kuakui ada orang-orang yang senang menjadi investor seperti itu. Entah karena mereka kebanyakan uang atau memang filantropis, tapi mereka merasakan kepuasan tersendiri ketika orang yang mereka sukai menerima investasi itu, meskipun reaksinya tidak melulu positif. Ada saja, 'kan, orang yang menerima hadiah dari orang yang menyukainya lalu mengatakan 'ih apaan sih, lebay' atau sejenisnya, tapi tetap menerimanya.
Dalam track record-ku, kalau aku melakukan investasi terlalu dini maka percintaanku cenderung gagal. Maksudku bertepuk sebelah tangan. Makanya lebih baik itu kulakukan setelah si cowok membuat komitmen denganku, dan ketika itu sudah terjadi, perasaan kita sama, aku akan menghujaninya dengan hadiah. Dengan atau tanpa momen. Dan karena aku, ehem, pintar, hadiahku 99% pasti barang yang sedang ia perlukan karena aku selalu mengumpulkan informasi terlebih dahulu.
Jadi, sebelum investasi, pikirkanlah baik-baik, oke?
0 comments:
Post a Comment
Feel free to drop anything! Thank you!