6/13/14

The (Finally) Lawyer


Jadi...

Akhirnya...

Gue lawyer.

*throw confetti*



Some things in life are indeed worth waiting for. Gue bersyukur gue nggak terburu-buru atau nggak sabaran sampai nekad bikin KTP hoax (iya, palsu maksudnya) dan ikut penyumpahan di kota lain macam temen-temen gue yang gaul-gaul itu. Bukannya gue nunggu adem ayem aja juga, banyak galau dan takutnya sebenernya. Takut penyumpahan Bandung nggak diadain tahun ini lah, takut tiba-tiba H-1 batal lah, dan sejenisnya.

Sejak gue mendengar dan mengecek kabar berita penyumpahan, hidup gue nggak tenang. Tiap hari galau dan nangis. Kenapa? Oh, macem-macem. 

Pertama, gue udah ngumpulin data dari November 2013 tapi nama gue nggak masuk ke daftar calon alpukat yang bisa disumpah karena kata koordinatornya emang datanya baru sampe bulan Oktober 2013. Da fuq? Emang dari November sampe Mei verifikatornya sibuk bingits apa sampe buat verify data masuk aja mesti nunggu jadwal penyumpahan? 

Kedua, gue salah input data pas masukin nama di daftar peserta penyumpahan. Gue salah masukin nomer sertifikat UPA, yang gue masukin malah sertifikat PKPA. Gue taunya senin sore, sedangkan selasanya kalo nggak salah hari terakhir pengumpulan data. Beuh gue nangis macam nyawa mau dicabut, lari ke toilet gedung dan masuk ke biliknya cuma buat nangis dan nelpon organisasi yang kemungkinan ngangkat teleponnya itu 1:1.000.000.000. Untungnya, maybe miracle happened, telepon gue diangkat dan gue dikasih tau besoknya masih bisa nyampein perubahan data. 

Ketiga, sampe sehari sebelum keberangkatan gue ke Jogja (iya gue tadinya mau liburan ke Jogja, udah beli tiket kereta pp dan bayar DP hostel), gue ngecek langsung ke organisasi dimaksud dan data gue masih dalam proses verifikasi. Mati gak gue. Gue ngontak temen-temen yang udah pada disumpahin dan semuanya bilang baru dikasih tau infonya H-2, termasuk ketika data mereka belum lengkap. Double dead. Itu hari rabu ya, sedangkan kamis libur dan jumatnya kantor gue diliburkan karena bos gue males kejepit. Meanwhile apabila ada kekurangan data, dan ternyata data itu harus ditandatangan bos gue, lalu apa yang bisa gue lakukan bila jumat libur? Ya sudah, terpaksa gue buat lagi dokumen yang perlu tandatangan pabos, yang untungnya dia bersedia nandatanganin meski bingung (gak usah bapak bingung, saya yang bikin aja bingung kok pak). Dan trip gue ke Jogja? Terpaksa gue batalkan karena takut terjadi hal-hal yang tidak diharapkan ketika gue berada di sana.

Keempat, bahkan sampe hari kamis pagi pun gue nggak ada dihubungin dan dikasih tau tentang status data gue. Gue nelpon bolak-balik dan nggak diangkat (ya maklum, 1:1.000.000.000). Akhirnya sekitar jam 1 siang temen gue dapet info dari temennya yang kerja di organisasi itu kalo data gue verified. Iya, cara taunya gue kayak gitu, bukan dari telepon dan sms. Ngehe kan? Horor. Gue sampe mesti minta screen capture BBM temen gue itu demi nunjukin bukti kalo data gue emang bener udah verified.

Tapi setelah gue transfer pembayaran dan konfirmasi segala macemnya, semuanya lancar.

*have some afternoon tea*

Gue dan sekitar 800 peserta (iya 800 macam bedol desa atau kawin massal) disumpahin tanggal 3 Juni 2014. Karena yang disumpahin jumlahnya hampir satu desa, terpaksa sumpah diucapkan rame-rame. Jadi kurang sakral sih, ya karena rame-rame itu, tapi ya udah lah ya, I've waited all my life juga. 

Dan ternyata perjuangan tidak berhenti sampai di situ, Jendral. Gue masih dibikin mau nangis pas tandatangan Berita Acara Sumpah di meja panitia dari Pengadilan Tinggi Jawa Barat, karena nggak ada antrian, semua orang berkumpul di sekeliling meja, rebutan, oper-operan daftar absen, dan desak-desakan. Panitia PT pun nggak membantu,  tiap ditanya jawaban mereka ngegantung as if gue belum melakukan yang mereka suruh (like: nyari info di meja lain). Akhirnya karena gue sombong dan congkak dan nggak mau ngomong sama sesama peserta (iya gue udah males kalo kondisinya chaotic macem itu, everyone looks asshole), gue harus mengandalkan telinga buat denger info tentang nomer urut dan nomer mana yang dijadiin patokan buat nyari BAS kita. Berhasil? Iya, berhasil, plus feeling kepengen mukul kepala mbak-mbak PT-nya pake baseball bat gegara sok organized dan nancepin palu ke leher peserta lainnya yang desak2an nggak jelas.

And then, it's all wrapped! I'm a lawyer!

So I can charge you with lawyer fee for some legal advices I give you from now. Muhaha.

Nope, just kidding. 25% serious though.

I can see it in the stars across the sky
Dreamed a hundred thousand dreams before
Now I finally realize
You see I've waited all my life
For this moment to arrive
And finally, I believe

(I Believe - Fantasia Barrino)

3/28/14

Mantan Terindah (A How-to Write Properly)


Mau dikatakan apa lagi
Kita tak akan pernah satu
Engkau di sana
Aku di sini
Meski hatiku memilihmu



Kalo baca judul postingan ini, pasti pikiran langsung melayang ke lagunya Yovie Widianto yang pertama dipopulerkan sama Kahitna ini, yang belakangan malah orang taunya lagunya Raisa. Boooo, Raisa only made a cover! 

Gue nggak bermaksud mengupas lagu ini baik dari segi lirik maupun musik dalam postingan ini. Yang mau gue bahas adalah website Mantan Terindah ini, yang tadi pagi baru di-posting oleh salah seorang plurker yang kebetulan juga temen main gue. Gue buka lah web itu dan...tah-daaah! Oh, My. Nope.

Isinya semuanya sedih.

Bagaimana sih? Sebetulnya bagaimana sih kita mengartikan kata "indah"? Mantan Ter-INDAH. Indah adalah kata sifat yang baik. Enak dilihat, enak didengar, menyenangkan, membuat mata dan hati merasakan hal-hal baik ketika melihat, mendengar, dan merasakannya. Lalu kenapa postingannya malah sedih-sedih begitu? Haduuuh. Ini lah yang membuat gue gemes setengah mati. Plus kok isinya malah "dia membuat gue merasa A" atau "pas sama dia gue jadi tau rasanya B", those are not supposed to be "BEAUTIFUL", eh? Wait, ini ada A, ada B, kok kesannya jadi kayak lagi bahas golongan darah :|

Mantan ter-INDAH. Tercantik dari semua mantan. Tertampan dari semua mantan. Ter-baik hati, terpintar otaknya, terindah suara menyanyi atau bicaranya, termodis gaya berpakaiannya, dan ter-ter lainnya dibandingkan seluruh mantan yang pernah mengisi hidup kita. That is what a Mantan Terindah supposed to be, according to me, and I accord myself to logic and language.

Lalu karena gemes, dan kebetulan gue punya mantan yang memang literally beautiful, maka gue ikutan lah posting. Supaya mantan gue baca? Nope. Supaya yang sudah atau akan posting di situ bisa melihat contoh tulisan yang sesuai dengan tema, bukan yang melenceng jauh. Here is the link just in case tulisan pada gambar di bawah terlalu kecil.


Kita nggak pengen tau kenapa elo putus sama dia, gimana hubungan kalian sekarang, dan dia membuat elo jadi orang yang seperti apa. Kita cuma pengen tau kenapa dia indah dibandingkan dengan mantan-mantan lo yang lain. Itu aja kok.

Can't you just, like, write properly? It's not that hard if you quit being selfishly emotional.

12/12/13

Blame Loki Laufeyson!

 
Loki is a little shit.
 
 
Gara-gara jatuh cinta sama karakter ini, gue nggak berhenti ngegambarin dia, kakaknya, dan anggota Avengers lainnya. Tiap nyalain PC, gue nggak bisa nggak buka MS Paint lalu menggambar.
 
Ini semua gara-gara film Thor: The Dark World!
 
Nggak, gue nggak jatuh cinta sama Loki Laufeyson pas nonton film itu, kok. Gue udah jatuh cinta sejak pertama lihat dia di film Avengers. Yes, gue nge-skip nonton film Thor yang pertama gara-gara mikir "apaan sih nih film pasti nggak jelas, cuma orang gede berotot bawa-bawa palu".
 
Jadi, tanpa gue pernah melihat sisi unyu-unyu Loki di film Thor yang pertama, gue langsung jatuh cinta pada pandangan pertama pas nonton Avengers bareng keluarga, dan gue masih ingat komentar gue setelah sekitar lima menit lihat adegan-adegan Loki: cowok ini ganteng banget ya.
 
Bitch, please. I should have said something the world does not know.
 
Lalu berhubung Loki adalah Tom Hiddleston di dunia nyata, gue pun mengeset wallpaper di home dan lock screen Macaron (it's my maroon Samsung Galaxy S3) dengan foto Tom. Gue sih agak geli-geli gimana ya tiap nonton adegan Loki dan ingat dia itu Tom, karena mereka physically berbeda sekali. Wajah Loki di film itu wajah psikopat, sedangkan wajah Tom di dunia nyata itu innocent, genuine. Make-up artist di film-film Marvel emang juara deh.
 
Lalu, kenapa gue jadi menulis tentang Loki ya?
 
Truthfully, menggambar Avengers+ (+ Loki, of course) menenangkan hati dan pikiran gue. Menggambar sesuatu yang gue sukai, hal yang manis, lucu, dan menyenangkan selalu membuat gue happy. Marah dan sedih langsung menghilang. Galau dan gelisah sirna. Ini lama-lama kata-kata gue nyerempet lirik lagu-lagu KLA deh. Susah memang move on dari konser mereka. Wait, ini bukannya lagi bahas Loki ya?
 
Gue sudah menggambar sejak usia gue sekitar 3-4 tahun. Dari mulai mencoret-coret, mewarnai, meniru gambar yang sudah ada, sampai akhirnya menemukan karakter gambar gue sendiri. Tapi jangan salah, menggambar bukan passion gue. Gue nggak bisa menjadikan kemampuan menggambar gue yang sangat pas-pasan ini sebagai mata pencaharian. Kenapa? Karena gue moody. Gue hanya akan menggambar saat sedang dapat mood, dapat ide. Makanya gue hampir selalu menolak permintaan orang untuk menggambar sesuai keinginan mereka. Karena gue moody. Hasilnya tidak akan se-memuaskan gambar yang gue buat pada saat gue mood, pada saat gue ingin.
 
Passion gue hukum. Cita-cita gue lawyer.
 
Tapi pada saat gue stress, tertekan, bosan, marah, sedih, kesal, dan merasakan semua hal negatif terhadap pekerjaan gue, menggambar-lah yang akan menyembuhkan.
 
So, after all, I would like to present some Avengers+ doodles that I favorite of all my doodles. Don't expect a tidy one. Never. I always messed everywhere.
 
 





 And that's all so far :3

12/2/13

Golongan Darah, PDKT, dan Avengers+

 
How about being a blood-type person instead of zodiac (and others) person?
 
Entah kenapa gue memilih menjadi blood-type person. Iyah, kalo lihat orang kenapa-kenapa atau gimana-gimana langsung menghubungkan dengan golongan darah, atau menjadikan itu dasar untuk menebak golongan darah mereka. Pas lihat orang ngomong cablak langsung mikir 'pasti B nih' atau pas lihat orang insecure langsung mikir 'emang A banget deh nih orang.'
 
Dan gue biasanya lebih mudah menebak golongan darah orang saat mereka PDKT. Baik itu PDKT ke gue atau ke orang lain. Jadi bagi yang belum tahu golongan darahnya apa dan males ngecek alias takut disuntik, silakan PDKT ke gue atau PDKT di dekat gue supaya bisa gue tebak. Biasanya sih tepat, karena orang yang PDKT akan melakukan hal-hal tertentu yang lebih mudah dideteksi ketimbang orang-orang yang tidak PDKT.
 
#EAAA
 
Curhat ah. Gue nulis postingan ini dalam keadaan kangen sama seorang O. Padahal baru juga minggu lalu nonton konser bareng. #EAAA banget ah.
 
Anyway, udah lama banget gue pengen doodling Avengers+ beserta prediksi golongan darah mereka masing-masing, dan akhirnya keinginan itu terwujud pada hari Minggu lalu. Masalahnya adalah terwujudnya pada hari Minggu pukul 00:00 s/d 02:30. Entah kenapa gue baru pengen ngegambar jam segitu dan akhirnya jam tidur gue jadi berantakan.
 
 
It took quite thoughtful for me to decide what are Loki's, Nat's, and Tony's blood type. Dan beban semakin berat ketika tiba saatnya menggambar Tony, karena gue bakal gagal sebagai fans Iron Man doodler kalo Tony-nya nggak ganteng atau minimal nggak tampak bandel wajahnya.
 
Meskipun gambar itu tidak rapi, gue cukup puas dengan hasilnya, dan yang paling gue suka adalah tanpa sadar gue membuat pose yang sama untuk masing-masing tipe. Baru ngeh pas lihat yang berdiri cuma grup B, sedangkan di grup A sama-sama ada mata tertutup. Group O sama-sama pegangan ke hurufnya. Kya~n...dan mereka semua manis walaupun hanya menurut gue.
 
After all, I think I will stay blood-type person. And doodling :3
 

10/23/13

How Audio?


How audio are you?



Katanya pria itu makhluk visual. Wanita itu makhluk audio. Pria menyukai hal-hal yang enak dilihat, sedangkan wanita menyukai hal-hal yang enak didengar. Itu mengapa pria menyukai wanita cantik (bagi yang straight) dan wanita menyukai pria yang pandai merayu (ya, bagi yang straight juga tentunya).

Katanya.

Benarkah? Seberapa benar?

Mungkin secara garis besar itu memang benar. Sebagaimana wanita yang merupakan makhluk audio, gue memang senang mendengar perkataan indah. Bukan dalam bentuk kata-kata puitis dan kalimat berbunga, karena bagi gue yang juga seorang penyair-wannabe itu hanya akan terdengar sebagai gombalan tidak berarti. Tidak perlu juga sampai menciptakan lagu cinta untuk gue, karena andai gue bisa memainkan alat musik, gue juga pasti sudah menciptakan lagu cinta entah berapa banyak. 

Lalu apa yang senang gue dengar?

Mungkin perkataan yang menenangkan. Mengejutkan. Disampaikan secara tidak terduga. Tidak puitis, tapi lebih kepada lugas dan mudah gue tangkap. Sebagaimana pernah gue tulis di postingan sebelumnya, gue tidak pandai membaca kode. Gue suka berburu, tapi tidak pandai membaca isyarat yang diberikan oleh buruan gue, sekalipun isyarat itu adalah untuk menangkapnya. Kurang lebih sama seperti gue senang jalan-jalan, traveling, tetapi gue tidak bisa membaca arah alias buta arah.

Yah, gue memang menyukai tantangan yang seperti itu.

Dan ternyata ada hal lain yang senang gue dengarkan selain perkataan yang menenangkan dan mengejutkan, yaitu penjelasan yang disampaikan oleh pria dengan tingkat intelektualitas tinggi. Tidak disampaikan dengan menggunakan istilah-istilah teknis suatu bidang, melainkan menggunakan kalimat dalam deskripsi yang bisa gue, atau orang awam, terima. Penjelasan yang tidak membuat gue merasa bodoh, melainkan membuat gue merasa ruang-ruang pengetahuan gue yang kosong akhirnya terisi.

Intinya, gue memang lemah dengan pria cerdas. Dengan para penangkap hati yang  kecerdasannya membuat gue ingin berlari memburu mereka.

Pria cerdas yang pandai bicara, meski bukan berarti pandai bergaul dan social butterfly, biasanya akan berinteraksi sangat baik dengan gue melalui obrolan. Dan tidak ada yang membuat gue ingin memburu seseorang lebih dari obrolan yang menyenangkan, yang membuat gue ingin dan ingin lagi melakukannya, bila perlu dalam 24/7/365. Setampan-tampannya pria, se-ideal apapun bentuk dan ukuran tubuhnya, tidak akan ada artinya jika dia tidak bisa menjaga obrolan yang menyenangkan dengan gue.

Jadi benar, gue memang makhluk audio. Makhluk audio pemburu pria cerdas yang bisa diajak mengobrol sepanjang waktu, obrolan mana tidak akan pernah membosankan karena selalu dan selalu ada bermacam topik baru yang bisa kita bicarakan.

Berangkat dari pemikiran gue tentang topik di atas, gue terinspirasi menulis puisi baru tentang penangkap hati yang gue sebutkan di atas. Here it goes.

I was about to text you 'good morning'
Yet your long messages blew it away
About BBM for Android you kept texting
Drowned in long talk as we've been this way

One month passed without we notice
We passed by, remembering all these

We were both strangers to each other
While our places have been the same forever
Who knew we turn to share every laughter
And the songs we sing have made it better?

I studied where you did, live where you do
Like peas in one pod, we are that same two
Patapoko puzzle that now you're so into
Did you play it for you know I love to?

I was afraid you'd kidnap me when we meet
Instead, your speech got my heart abducted

Your eyes stole mine when you slash Microsoft
I asked questions like kissing your sight
Line Offline locked us in our own croft
Into cakes and ale tying us tightly side by side

Clovers you sent now are not enough
Heartcaptor, in my world you're turning rough

(Heartcaptor, October 22, 2013)