How audio are you?
Katanya pria itu makhluk visual. Wanita itu makhluk audio. Pria menyukai hal-hal yang enak dilihat, sedangkan wanita menyukai hal-hal yang enak didengar. Itu mengapa pria menyukai wanita cantik (bagi yang straight) dan wanita menyukai pria yang pandai merayu (ya, bagi yang straight juga tentunya).
Katanya.
Benarkah? Seberapa benar?
Mungkin secara garis besar itu memang benar. Sebagaimana wanita yang merupakan makhluk audio, gue memang senang mendengar perkataan indah. Bukan dalam bentuk kata-kata puitis dan kalimat berbunga, karena bagi gue yang juga seorang penyair-wannabe itu hanya akan terdengar sebagai gombalan tidak berarti. Tidak perlu juga sampai menciptakan lagu cinta untuk gue, karena andai gue bisa memainkan alat musik, gue juga pasti sudah menciptakan lagu cinta entah berapa banyak.
Lalu apa yang senang gue dengar?
Mungkin perkataan yang menenangkan. Mengejutkan. Disampaikan secara tidak terduga. Tidak puitis, tapi lebih kepada lugas dan mudah gue tangkap. Sebagaimana pernah gue tulis di postingan sebelumnya, gue tidak pandai membaca kode. Gue suka berburu, tapi tidak pandai membaca isyarat yang diberikan oleh buruan gue, sekalipun isyarat itu adalah untuk menangkapnya. Kurang lebih sama seperti gue senang jalan-jalan, traveling, tetapi gue tidak bisa membaca arah alias buta arah.
Yah, gue memang menyukai tantangan yang seperti itu.
Dan ternyata ada hal lain yang senang gue dengarkan selain perkataan yang menenangkan dan mengejutkan, yaitu penjelasan yang disampaikan oleh pria dengan tingkat intelektualitas tinggi. Tidak disampaikan dengan menggunakan istilah-istilah teknis suatu bidang, melainkan menggunakan kalimat dalam deskripsi yang bisa gue, atau orang awam, terima. Penjelasan yang tidak membuat gue merasa bodoh, melainkan membuat gue merasa ruang-ruang pengetahuan gue yang kosong akhirnya terisi.
Intinya, gue memang lemah dengan pria cerdas. Dengan para penangkap hati yang kecerdasannya membuat gue ingin berlari memburu mereka.
Pria cerdas yang pandai bicara, meski bukan berarti pandai bergaul dan social butterfly, biasanya akan berinteraksi sangat baik dengan gue melalui obrolan. Dan tidak ada yang membuat gue ingin memburu seseorang lebih dari obrolan yang menyenangkan, yang membuat gue ingin dan ingin lagi melakukannya, bila perlu dalam 24/7/365. Setampan-tampannya pria, se-ideal apapun bentuk dan ukuran tubuhnya, tidak akan ada artinya jika dia tidak bisa menjaga obrolan yang menyenangkan dengan gue.
Jadi benar, gue memang makhluk audio. Makhluk audio pemburu pria cerdas yang bisa diajak mengobrol sepanjang waktu, obrolan mana tidak akan pernah membosankan karena selalu dan selalu ada bermacam topik baru yang bisa kita bicarakan.
Berangkat dari pemikiran gue tentang topik di atas, gue terinspirasi menulis puisi baru tentang penangkap hati yang gue sebutkan di atas. Here it goes.
I was about to text you 'good morning'
Yet your long messages blew it away
About BBM for Android you kept texting
Drowned in long talk as we've been this way
One month passed without we notice
We passed by, remembering all these
We were both strangers to each other
While our places have been the same forever
Who knew we turn to share every laughter
And the songs we sing have made it better?
I studied where you did, live where you do
Like peas in one pod, we are that same two
Patapoko puzzle that now you're so into
Did you play it for you know I love to?
I was afraid you'd kidnap me when we meet
Instead, your speech got my heart abducted
Your eyes stole mine when you slash Microsoft
I asked questions like kissing your sight
Line Offline locked us in our own croft
Into cakes and ale tying us tightly side by side
Clovers you sent now are not enough
Heartcaptor, in my world you're turning rough
(Heartcaptor, October 22, 2013)
0 comments:
Post a Comment
Feel free to drop anything! Thank you!