YAHOOOO!
Tadinya gue mengira gue udah nggak bisa lagi menulis puisi. Terakhir gue buat itu sekitar awal April pasca dramatic break-up terakhir gue, itu pun semacam...yaaah, formalitas. Isinya kurang emosional.
TAPI!
Ternyata kejadian lucu di pesta pernikahan sahabat gue minggu malam kemarin malah membuat gue terinspirasi. Bukan, bukan pernikahannya yang menginspirasi, tapi siapa yang gue temui dan bagaimana kami semua berinteraksi kemarin. Yah, tidak penting untuk menyebut detil pernikahan siapa dan siapa saja yang gue temui, pokoknya seperti itulah.
Mungkin gue ingin mengutip sepatah dua patah lirik dari lagu Whitney Houston yang kebetulan baru gue ketahui pada saat mendengarkan Glee cast menyanyikannya.
I get so emotional, Baby
Everytime I think of you
I get so emotional, Baby
And it's shocking what love can do
Everytime I think of you
I get so emotional, Baby
And it's shocking what love can do
Ya, gue akui, setiap berinteraksi dengan orang ini gue selalu merasa emosional. Entah dalam artian positif atau negatif, karena kebetulan gue sudah pernah merasakan keduanya. Tapi kali ini gue merasakan emosi positif, makanya gue bisa mengeluarkan frasa baru yang sangat gue suka hingga gue jadikan status di BBM: Last Puzzle Piece.
Berangkat dari tweet siang tadi yang tidak mencapai 140 karakter, yang juga mengandung frasa itu, gue tertarik untuk sekali lagi mencoba berpuisi. Sayangnya mungkin hasilnya tidak...sesuai. Maksudnya antara isi dan judulnya tidak sinkron. Yah, tadinya gue berencana untuk membuat kerangka tema dengan mem-breakdown kata dan kalimat apa saja yang harus muncul, tapi ternyata gue keburu malas. Keburu memegang BlackBerry dan membuka aplikasi NotePad untuk menulis puisi baru.
Last Puzzle Piece sebenarnya ingin menyampaikan bagaimana seseorang, dengan caranya yang tidak dapat diterka logika, menjadi potongan puzzle yang melengkapi sebuah gambar puzzle, dalam hal ini melengkapi hati dan hidup si subyek pertama dalam puisi. Sayangnya sepertinya gue terlalu asyik bermain pada sisi historis kedua subyek puisi, sehingga 'cara yang tidak dapat diterka logika' tersebut tidak sempat terungkap. Yah, memang gue sendiri nggak punya ide untuk mengungkapkan itu.
Memang menyedihkan kalau punya bakat nanggung. Ah bakat apaan, ini kan hanya coretan iseng untuk mengisi waktu luang (T_T)
Ya sudah, selamat menikmati Last Puzzle Piece. Do you like it or hate it?
It has been more than one year ago
More than the day that we first met
I have not forget how you choose to go
Leaving a hole in my earth like a comet
More than the day that we first met
I have not forget how you choose to go
Leaving a hole in my earth like a comet
But nothing changes since that day
We never really said hello to goodbye
We never really said hello to goodbye
I burned all the pictures of us to ashes
Hatred overwhelmed us to stab each other
While in the ocean we failed to find fishes
Inseparably we were stuck with each other
Hatred overwhelmed us to stab each other
While in the ocean we failed to find fishes
Inseparably we were stuck with each other
I saw you again as I caught your eyes
Every dispute disappeared in one single blink
As if you brought the last of my puzzle pieces
When you were near, you kept my ship sink
Every dispute disappeared in one single blink
As if you brought the last of my puzzle pieces
When you were near, you kept my ship sink
This is the moment to admit honestly
We never really moved out of you and me
We never really moved out of you and me
Farewell to pretendings we committed
I watch you from here, acknowledging my love
Singing my lullaby loud for you to be kept
Through your heartpod, creep into your cave
I watch you from here, acknowledging my love
Singing my lullaby loud for you to be kept
Through your heartpod, creep into your cave
With you within, my life is whole
The empty space is filled by your role
The empty space is filled by your role
(Last Puzzle Piece - August 26th '13)

0 comments:
Post a Comment
Feel free to drop anything! Thank you!