Malam ini aku melihat-lihat foto lama. Foto-foto di akun muka buku. Aku lama berkutat dengan album yang berisi foto yang diambil pada pertengahan bulan ke-sebelas di tahun lalu.
Entah kenapa.
Mungkin bukan entah kenapa. Mungkin karena aku kurang lebih merindukannya. Apalagi aku sudah keburu mengatakan padamu dan seluruh dunia untuk 'move on' dari kamu.
Yah. Seolah 'move on' bisa dilakukan semudah membalik telapak tangan.
Mataku bukan terpaku pada foto-foto di album itu. Tapi foto lain yang tidak kuunggah dalam album itu. Foto diriku. Foto yang diambil olehmu dengan kamera ponselmu yang seluruhnya berjumlah 4 foto, yang kemudian kamu kirimkan kepadaku via sebuah aplikasi chat untuk ponsel.
Dan keempatnya ternyata masih tersimpan dalam hard disk-ku.
Empat foto yang cantik. Aku suka semua caraku tersenyum di sana. Tapi apakah memang itu yang menjadikannya cantik? Bukan karena kamu yang memotretnya?
Aku pernah menulis sebuah novel (syukurlah, kali ini sampai selesai) dimana salah dua dari lima tokoh utamanya adalah pasangan fotografer (pria) dan pengacara (wanita). Si pria sangat suka memotret si wanita, dan entah kenapa si wanita tidak pernah tampak secantik di dalam foto-foto yang diambil si pria.
Aku, kurang lebih, tiba-tiba merasa seperti itu. Seolah empat fotoku nampak indah karena kamu yang mengambilnya. Atau bisa juga aku tersenyum sebagus itu karena aku sadar kamu sedang memotretku.
Entahlah.
Dan tiba-tiba aku merindukan rambut panjangku seperti dalam foto itu. Rambut panjang yang seminggu setelah foto itu diambil kupotong sebagai pernyataan move on keduaku darimu.
Oh ya, aku sudah move on sebanyak kira-kira tiga kali darimu. Dan aku selalu kembali padamu seolah kamu adalah gaya gravitasi.
'Move on' kali ini adalah yang keempat kalinya. Bukan aku ingin menantang, tapi aku cukup penasaran masihkah gaya gravitasimu bisa menarikku kembali?
Ah. Yah. Pertanyaan itu sudah jelas jawabannya, bukan?
Screw you, beautiful gravity.
*an attempt to post in Bahasa Indonesia inspired from a photo of mine, none of the above is true story, only a practice in writing.*
Screw you, beautiful gravity.
*an attempt to post in Bahasa Indonesia inspired from a photo of mine, none of the above is true story, only a practice in writing.*

0 comments:
Post a Comment
Feel free to drop anything! Thank you!